apa itu reseler

Apa itu Reseller? dan Apa Keuntungan 

Jadi apa itu reseller? Mengapa jika belum memiliki modal yang cukup menjadi reseller adalah pilihan berbisnis yang terbaik? Tentu saja, karena menjadi reseller Anda tidak perlu memproduksi barang sendiri.

Seorang reseller akan membeli barang untuk dijual kembali dan mendapatkan untung. Jadi ia seringkali menjadi tangan kedua sebelum barang akhirnya dibeli oleh konsumen. Keuntungan menjadi reseller adalah tidak perlu memproduksi barang langsung. Anda tidak perlu memikirkan bahan mentah kemudian diolah menjadi produk yang bisa digunakan.

Baca Juga; 3 Daftar Game Cheat

Keuntungan lainnya adalah tidak membutuhkan banyak uang dalam proses marketing. Menjadi reseller Anda bisa memanfaatkan berbagai macam platform ecommerce yang tidak membutuhkan banyak uang. Jika ingin produk semakin banyak dilirik dan dibeli, cukup membuat iklan melalui internet.

Ada keuntungan ada pula kerugiannya menjadi reseller

Kekurangannya adalah kontrol kualitas barang yang kurang. Seorang reseller biasanya akan membeli produk dalam jumlah banyak sesuai ketentuan dari pabriknya. Tentu untuk mengontrol kualitasnya membutuhkan waktu lebih lama.

Apabila produk memiliki kerusakan, reseller bisa menukarkan barang hanya saja akan membuat stok barang menjadi lebih sedikit. Anda juga harus menunggu lama untuk mendapatkan produk baru dengan kualitas lebih baik. Apalagi jika produk tersebut dibeli dari tempat yang jauh seperti luar negeri.


3 Perbedaan Reseller dengan Dropship

Belajar tentang reseller, nantinya pasti akan mendengar dropshipper. Apa itu reseller dan apa itu dropship? Pengertian reseller sudah sangat jelas yaitu orang yang membeli produk dari pabrik kemudian menjualnya kembali kepada konsumen. Seorang dropshipper akan membeli produk dari supplier tangan ketiga kemudian produk tersebut akan langsung dikirimkan ke konsumen.

Inilah yang membedakan secara jelas antara reseller dan juga dropshipper.

– Produk

Reseller akan membeli barang dari pabrik dan menumpuknya sebagai stok. Hanya saja jumlahnya tidak sebanyak distributor. Biasanya reseller akan membeli berbagai macam produk dari beberapa pabrik.

Dropshipper tidak akan menumpuk stok di rumahnya. Mereka hanya akan memilih supplier dan juga dilihat produk yang berkualitas secara online.

– Pengiriman

Reseller akan mengirimkan produk yang tadinya menjadi stok pribadi secara langsung kepada konsumen. Mereka akan memberikan nama pengirim sesuai dengan nama toko yang dimiliki.

Dropshipper tidak akan mengirimkan barang langsung, mereka hanya meminta supplier untuk mengirim. Supplier yang mengirim akan memberikan nama pengirim sesuai dengan dropshipper.

– Toko

Reseller bisa membuka toko sendiri atau tidak tergantung dengan modal yang dimiliki. Bahkan mereka juga bisa menciptakan toko di rumah yang fungsinya untuk menyimpan stok dan pengemasan barang. Reseller bisa melayani konsumen langsung melalui toko langsung atau toko online.

Dropshipper tidak membutuhkan toko, mereka hanya memiliki toko online karena tidak menyimpan stok di rumah. Jadi seorang dropshipper tidak akan melayani konsumen secara langsung, karena cara beroperasinya hanya melalui online.

Ketiga perbedaan dropship dan reseller di atas sudah sangat jelas. Bahwa reseller dan juga dropshipper memiliki cakupan pasar yang sangat luas. Seorang dropshipper bisa saja membeli produk dari reseller yang akan mengirim produk secara langsung. Tetapi seorang reseller tidak akan membeli dari dropshiper karena selalu mengambil produk dari pabrik langsung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *