Kabarnya Anda bersedia asalkan tidak diganggu secara politik?

Itu versi Anda saja. Kami memperoleh informasi seperti itu…. Silakan tanya ke sumbernya. Secara pribadi, saya punya kepuasan melakukan sesuatu untuk republik ini. Saya tidak akan pernah merasa menang, kalah, rugi, untung. Asalkan saya tidak mengkhianati ilmu, martabat, dan integritas saya. It’s the same thing. It’s the same Sri Mulyani—Ini Sri Mulyani yang sama. Apa yang diminta Presiden Jokowi dari Anda? Tugas saya menjalankan ide reformasi.

Saya mengerti ada anggapan Kementerian Keuangan sebagai pusat korupsi, tidak ada nilai-nilai kepercayaan, sebagai institusi yang kurang profesional. Jadi Presiden ingin lari 100 kilometer per jam atau bahkan kalau bisa seperti kecepatan suara. Tapi perekonomian itu harus diatur dan dikelola dengan kebijakan-kebijakan yang sejalan. Presiden bisa memahami kenapa tidak bisa secepat itu. Bukan karena alasan-alasan birokratis, melainkan memang perubahan dari sisi institusional, profesional, kadang-kadang butuh waktu. Saya sudah keliling dunia dan melihat pembuat kebijakan di negara maju, miskin, dan berkembang. Menurut saya, kita bisa melakukan lebih baik lagi dan lebih cepat.

Mengidentifikasi Suara Pada Janin

Berdasarkan penelitian ditemukan, telinga adalah indra yang terbentuk pa ling awal, yaitu di sekitar usia kehamilan 20 minggu. Nah, di trimester 3, organ telinga telah terbentuk sempurna dan mulai berfungsi sebagaimana organ lainnya, seperti mata yang dapat melihat dan merespons datangnya cahaya. Janin dapat mendengar dan membedakan berbagai jenis suara yang berasal dari dalam tubuh Mama maupun dari luar rahim.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Meski suara-suara tersebut muncul setiap saat, terutama di siang hari, namun pada kenyataannya tidak mengganggu kenyamanan janin sama sekali. Justru, janin menjadi terbiasa dengan bunyi-bunyian yang berulang setiap hari, seperti yang berasal dari dalam tubuh Mama (denyut jantung, napas, dan aktivitas pencernaan). Sedangkan suara dari luar rahim, misalnya, saat Mama mengobrol, derap langkah, atau televisi.

Menurut sebuah riset, suara yang berasal dari dalam tubuh Mama, kerasnya sekitar 30 desibel (seperti bisikan), sedangkan suara Mama saat sedang ber bicara sekitar 60 desibel. Studi yang dilakukan para peneliti di Amerika dan Swedia menemukan, manusia mulai belajar berbahasa sejak masih di dalam kandungan. Dari studi tersebut Muga terungkap, pada 10 minggu terakhir usia kehamilan, janin secara aktif mendengarkan suara-suara mamanya. Setelah lahir, bayi pun mampu mengenali dan membedakan suara mamanya dengan suara lain.

Patricia Kuhl, salah satu peneliti dan direktur lembaga Institute for Learning and Brain Sciences di University of Washington, mengatakan, saat lahir, bayi juga sudah mampu membedakan jenis bahasa yang biasa diucapkan oleh mamanya dengan bahasa lain yang belum pernah ia dengar. Hal ini karena selama di kandungan, bayi tidak hanya mende ngarkan suara-suara, tetapi juga meng identifikasi dan mengingat berbagai jenis ucapan.

Laura Ann Petitto, direktur sains dari laboratorium otak dan bahasa di Gallaudet University menjelaskan, dalam berbahasa terdapat irama tertentu yang melekat pada saat kita mengucapkan suatu kata. Irama tersebut membantu kita mengidentifikasi makna suatu kata dan bahasa pada umumnya. Misal, terdapat ciri intonasi atau irama khusus pada saat kita mengucapkan kata “ibu”. Irama tersebut tentu berbeda dengan saat kita mengucapkan misalnya, kata ‘kesal”. Proses pengenalan kata atau bahasa ter sebut sudah dilakukan oleh bayi semenjak ia berada di dalam rahim.

Sumber : https://eduvita.org/

Kala Masjid (Dicap) Menebar Ancaman

Lama tak menjejakkan kaki di gereja, Anissa Latroche mendatangi Katedral Rouen di utara Prancis. Terakhir ke gereja, ia masih duduk di bangku sekolah. Saat itu ia mengikuti wisata belajar. Namun kali ini, bersama ratusan muslim lain, mahasiswi sosiologi itu mengikuti misa arwah untuk menghormati Jacques Hamel.

Pastor di gereja St. Étienne du Rouvray, daerah tetangga Kota Rouen, itu tewas digorok sepekan sebelumnya. Latroche terkejut saat mendengar berita kematian Pastor Hamel pada 26 Juli lalu. Ia makin bergidik tatkala mengetahui bahwa Adel Kermiche dan Abdel-Malik Nabil Petitjean, dua pelaku pembantaian sang pastor, berusia 19 tahun, sama seperti dirinya. ”Saya bahkan belum memulai perjalanan hidup.

Kecil-Kecil Jago Panjat Tebing

Rizkha Agustina Fillah (30), mama dari Ayasha Kayla Yara (9 tahun, kelas 3 SDN 14 Pagi Jagakarsa Jakarta Selatan, pemegang medali emas nasional untuk panjat tebing). Usianya baru 9 tahun, namun putri kecilku, Ayasha Kayla Yara, sudah menjadi juara nasional dan pemegang medali emas nasional di bidang olahraga yang mungkin jarang dilirik apalagi ditekuni oleh anak seusianya, yaitu panjat dinding. Meski menekuni olahraga yang energik dan kesannya maskulin, Kayla itu feminin.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Buktinya, jika bermain sendiri atau dengan saudaranya, juga temannya, dia sukanya bermain masakmasakan, dandan, dan menikmati musik. Keseharian Kayla juga tidak berbeda dengan teman-temannya, seperti: ke sekolah, bermain dengan adik dan kakaknya, juga dengan Ocas, kucing kesayangannya. Tentu sebagai anak sekolah, Kayla selalu saya biasakan untuk belajar di rumah. biasanya sih dia lakukan setelah bangun tidur siang. Minat Kayla pada panjat dinding berawal dari kesukaannya memanjat apa saja, mulai pagar, pohon, mobil, hingga kanopi rumah.

Saya kagum sekaligus waswas melihat kesukaannya itu. Saya tidak ingin menghambat kesukaannya itu, tetapi saya ingin dia aman melakukannya. Maka, saya ajak Kayla ke GOR Ragunan pada hari Minggu. Di sana biasanya ada sekelompok orang yang selalu melakukan kegiatan panjat dinding. Baru pertama kali melihat aksi orang melakukan panjat dinding, Kayla langsung tertarik dan minta ikut mencoba. Untungnya orang-orang tersebut menyambut baik dan membolehkan Kayla mencoba. Eh, ternyata Kayla mampu memanjat sampai puncak. Dari situlah, Kayla ketagihan dan selalu minta diantar ke GOR Ragunan untuk panjat dinding. Setelah melihat dan memahami olahraga ini, akhirnya saya dan suami jadi tahu bahwa olahraga ini sangat aman, sekalipun dilakukan oleh anak.

Tersangkut Pipi Papa

“Paul aktif saat tidur karena selalu berputar-putar seperti jarum jam. Pernah saya terbangun di malam hari karena susah bernapas, lalu teriak manggil suami. Eh, tak tahunya hidung saya ketutup bokong Paul. Nah, semingu lalu saya terbangun dari tidur karena mendengar suara beberapa botol jatuh dari rak dipan. Rupanya ketendang Paul. Saat itu posisi Paul hampir jatuh dari kasur. Untung satu kakinya masih tersangkut ke pipi papanya, sehingga walau kepalanya sudah keluar kasur, dia tidak terjatuh.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Kebencian Yang Bertahan Lama Bag5

Dugaan kejahatan karena kebencian malah diabaikan walau kedua korban tewas mengenakan pakai an muslim. ”Tidak ada indikasi mereka dibunuh karena keyakinan,” ucap Wakil Inspektur Henry Sautner. Adapun Wakil Jaksa Distrik Tulsa, John David Luton, pada Senin pekan lalu menegaskan masih terlalu awal mendakwa Majors dengan kejahatan berbasis kebencian atas kematian Khalid. Bertahun-tahun keluarga Jabara hidup dalam teror Majors.

Intimidasi, kekerasan verbal hingga fsik terjadi sejak pria homoseksual itu pindah ke lingkungan rumah Jabara pada 2012. ”Ia menghina kami terusmenerus. Menyebut kami ’Arab kotor, pergi dari sini. Ayerab, Mooslims,’” ujar Haifa kepada CNN. Bukan hanya keluarga Jabara, sejumlah tetangga dari kelompok minoritas juga mengeluhkan gangguan Majors kepada polisi.

Tip Puasa Bebas Problem Tenggorokan

Spesialis THT di RS Meilia Cibubur, dr. Selfi yanti Bimantara, SpTHT-KL, memberikan tip berikut ini agar kita terbebas dari problem tenggorokan selama berpuasa. ? Istirahat cukup. ? Berhenti merokok atau kurangi kontak dengan perokok. Asap rokok akan mengiritasi dinding tenggorokan.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

? Hindari banyak minum es dan makanan yang digoreng serta berminyak saat sahur dan berbuka puasa. ? Jaga kelembapan tenggorokan dengan minum minimal enam gelas air putih atau lebih setiap hari. ? Kurangi kontak dengan binatang peliharaan ataupun bahan-bahan yang bisa membuat alergi.

? Hindari kontak langsung dengan orang yang terserang radang tenggo rokan atau flu. Bila terpaksa berbincang dengan penderita radang teng gorokan, tutup mulut menggunakan saputangan dan cucilah tangan sebelum makan atau minum agar terhindar dari bakteri dan virus yang menyebar. Jika radang tenggorokan ringan mulai menyerang: ? Berkumur dengan larutan antiseptik atau ramuan buatan sendiri, yaitu masukkan ¼ sendok teh garam ke dalam ½ cangkir air putih hangat.

? Campur madu dan lemon ke dalam segelas air panas. Biarkan dingin sebelum diminum. Madu bermanfaat meringankan sakit tenggorokan, sedangkan lemon membantu mengurangi lendir. ? Isap permen, tak harus permen pelega tenggorokan. Permen biasa juga bermanfaat karena mendorong produksi air ludah. Air liur ini yang akan membasuh dan membersihkan tenggorokan.

? Lakukan terapi aroma. Dahulu, minyak esensial digunakan untuk mem bunuh bibit penyakit. Teteskan minyak esensial ke dalam tung ku aromaterapi untuk member sihkan ruangan dari bibit pe nyakit. Tidur kita pun bisa lebih nyenyak. ? Jangan bagi-bagi penyakit. Jika merasa tak sehat, minta izinlah untuk tidak masuk kantor agar tidak berbagi penyakit dengan rekan-rekan sekantor.

Khawatir Anak Terlambat Perkembangannya

Dokter rifan yang baik. Putri saya (11 bulan) belum bisa merangkak tapi mengesot perut dan dada. Lalu duduk juga be lum bisa sendiri. Harus dibantu duduk. Tapi punggungnya sudah tegap bila duduk. Dok, apakah tumbuh kembang anak saya nor mal? Sebagai informasi, tb/bb anak saya adalah 70cm/9,5 kg. Priani – jakarta Ibu Priyani yang baik, seusia si kecil saat ini (11 bulan), ia semestinya sudah dapat melakukan kegiatan seperti duduk sendi ri, merangkak, berdiri berpegang an serta berjalan merambat. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab misalnya faktor kurangnya kebiasaan untuk me latihnya, faktor infeksi/gejala pasca in feksi di sistem saraf pusat, dan sebagai nya. Bila ia belum mampu melakukannya sebaik nya si kecil dibawa konsultasi ke dokter anak dan bila memungkinkan ke dokter subspesialis saraf anak agar dapat dievaluasi lebih komprehensif.

Sumber : https://ausbildung.co.id/