Kecil-Kecil Jago Panjat Tebing

Rizkha Agustina Fillah (30), mama dari Ayasha Kayla Yara (9 tahun, kelas 3 SDN 14 Pagi Jagakarsa Jakarta Selatan, pemegang medali emas nasional untuk panjat tebing). Usianya baru 9 tahun, namun putri kecilku, Ayasha Kayla Yara, sudah menjadi juara nasional dan pemegang medali emas nasional di bidang olahraga yang mungkin jarang dilirik apalagi ditekuni oleh anak seusianya, yaitu panjat dinding. Meski menekuni olahraga yang energik dan kesannya maskulin, Kayla itu feminin.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Buktinya, jika bermain sendiri atau dengan saudaranya, juga temannya, dia sukanya bermain masakmasakan, dandan, dan menikmati musik. Keseharian Kayla juga tidak berbeda dengan teman-temannya, seperti: ke sekolah, bermain dengan adik dan kakaknya, juga dengan Ocas, kucing kesayangannya. Tentu sebagai anak sekolah, Kayla selalu saya biasakan untuk belajar di rumah. biasanya sih dia lakukan setelah bangun tidur siang. Minat Kayla pada panjat dinding berawal dari kesukaannya memanjat apa saja, mulai pagar, pohon, mobil, hingga kanopi rumah.

Saya kagum sekaligus waswas melihat kesukaannya itu. Saya tidak ingin menghambat kesukaannya itu, tetapi saya ingin dia aman melakukannya. Maka, saya ajak Kayla ke GOR Ragunan pada hari Minggu. Di sana biasanya ada sekelompok orang yang selalu melakukan kegiatan panjat dinding. Baru pertama kali melihat aksi orang melakukan panjat dinding, Kayla langsung tertarik dan minta ikut mencoba. Untungnya orang-orang tersebut menyambut baik dan membolehkan Kayla mencoba. Eh, ternyata Kayla mampu memanjat sampai puncak. Dari situlah, Kayla ketagihan dan selalu minta diantar ke GOR Ragunan untuk panjat dinding. Setelah melihat dan memahami olahraga ini, akhirnya saya dan suami jadi tahu bahwa olahraga ini sangat aman, sekalipun dilakukan oleh anak.

Tersangkut Pipi Papa

“Paul aktif saat tidur karena selalu berputar-putar seperti jarum jam. Pernah saya terbangun di malam hari karena susah bernapas, lalu teriak manggil suami. Eh, tak tahunya hidung saya ketutup bokong Paul. Nah, semingu lalu saya terbangun dari tidur karena mendengar suara beberapa botol jatuh dari rak dipan. Rupanya ketendang Paul. Saat itu posisi Paul hampir jatuh dari kasur. Untung satu kakinya masih tersangkut ke pipi papanya, sehingga walau kepalanya sudah keluar kasur, dia tidak terjatuh.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *