Mengidentifikasi Suara Pada Janin

Berdasarkan penelitian ditemukan, telinga adalah indra yang terbentuk pa ling awal, yaitu di sekitar usia kehamilan 20 minggu. Nah, di trimester 3, organ telinga telah terbentuk sempurna dan mulai berfungsi sebagaimana organ lainnya, seperti mata yang dapat melihat dan merespons datangnya cahaya. Janin dapat mendengar dan membedakan berbagai jenis suara yang berasal dari dalam tubuh Mama maupun dari luar rahim.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Meski suara-suara tersebut muncul setiap saat, terutama di siang hari, namun pada kenyataannya tidak mengganggu kenyamanan janin sama sekali. Justru, janin menjadi terbiasa dengan bunyi-bunyian yang berulang setiap hari, seperti yang berasal dari dalam tubuh Mama (denyut jantung, napas, dan aktivitas pencernaan). Sedangkan suara dari luar rahim, misalnya, saat Mama mengobrol, derap langkah, atau televisi.

Menurut sebuah riset, suara yang berasal dari dalam tubuh Mama, kerasnya sekitar 30 desibel (seperti bisikan), sedangkan suara Mama saat sedang ber bicara sekitar 60 desibel. Studi yang dilakukan para peneliti di Amerika dan Swedia menemukan, manusia mulai belajar berbahasa sejak masih di dalam kandungan. Dari studi tersebut Muga terungkap, pada 10 minggu terakhir usia kehamilan, janin secara aktif mendengarkan suara-suara mamanya. Setelah lahir, bayi pun mampu mengenali dan membedakan suara mamanya dengan suara lain.

Patricia Kuhl, salah satu peneliti dan direktur lembaga Institute for Learning and Brain Sciences di University of Washington, mengatakan, saat lahir, bayi juga sudah mampu membedakan jenis bahasa yang biasa diucapkan oleh mamanya dengan bahasa lain yang belum pernah ia dengar. Hal ini karena selama di kandungan, bayi tidak hanya mende ngarkan suara-suara, tetapi juga meng identifikasi dan mengingat berbagai jenis ucapan.

Laura Ann Petitto, direktur sains dari laboratorium otak dan bahasa di Gallaudet University menjelaskan, dalam berbahasa terdapat irama tertentu yang melekat pada saat kita mengucapkan suatu kata. Irama tersebut membantu kita mengidentifikasi makna suatu kata dan bahasa pada umumnya. Misal, terdapat ciri intonasi atau irama khusus pada saat kita mengucapkan kata “ibu”. Irama tersebut tentu berbeda dengan saat kita mengucapkan misalnya, kata ‘kesal”. Proses pengenalan kata atau bahasa ter sebut sudah dilakukan oleh bayi semenjak ia berada di dalam rahim.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *