Aspek Hukum Mengunggah dan Mengunduh ala NET89

Aspek Hukum Mengunggah dan Mengunduh ala NET89 – Mengunggah dan mengunduh menjadi kegiatan keseharian yang kerap dilakukan pengguna Internet. Namun, sadarkah kita bahwa sebenarnya tindakan tersebut memiliki akibat hukum? Agar semua orang taat dan patuh serta mengerti akan hak dan kewajiban semua yang dilakukannya di internet. Jadi perbuatan di dunia maya pun juga harus ada tanggung jawabnya.

Agar orang lain tidak merasa dirugikan dengan keberadaan berita hoax yang saat ini sering bertebaran. Pesan singkat yang harus di ketahui kebenarannya terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada warga net. Saat ini para pengguna jaringan Inter net dapat dengan mudah mengaksessegala data yang ingin diperoleh. Hadirnya perangkat smartphone, tablet maupun iPad mempermudah khalayak untuk mengakses internet kapan pun, dari mana pun dan dimana pun. Salah satu kegemaran dari pengguna gadget dan Internet adalah mengunggah (upload) dan mengunduh (download). Data yang diunduh dapat berbentuk lagu, video, gambar, film, artikel, dokumen dan lain sebagainya.

Kegiatan semacam ini sudah menjadi kegiatan umum di kalangan pengguna Internet. Sehingga pengguna Internet menjadi lupa apakah perbuatan upload dan download tersebut adalah sebuah perbuatan yang dipagari hukum. Ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UUHC) menyatakan bahwa: “Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) UUHC, hanya pencipta atau pemegang hak cipta yang berhak mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau tindakan mengumumkan dan memperbanyak ciptaan tersebut hanya dapat dilakukan dengan seizin pencipta atau pemegang hak cipta dari ciptaan tersebut. Artinya perbuatan upload tidak akan melanggar ketentuan Pasal 2 UUHC sepanjang dilakukan oleh atau atas seizin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta itu sendiri. Adapun perbuatan download atau memperbanyak suatu ciptaan misalnya mengunduh lagu, e-book atau film tanpa seizin dengan pencipta atau pemegang hak cipta terhadapnya dapat dikenakan pidana penjara maksimal 7 (tujuh) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Sumber : https://net89.net/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *