Berkembang Lewat Menggambar

Menggambar tidak hanya membantu si batita berkembang, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bagi Mama untuk mengamati tahap-tahap pencapaian, sehingga bisa mendukung proses belajarnya. Kebiasaan menggambar akan mengasah kreativitas anak, karenanya biarkan si batita menggambar apa yang ia inginkan.

Baca juga : Kerja di Jerman

Di usia 2–4 tahun, anak mulai menggambar berbagai objek secara acak, sesuai dengan gerakan tangannya. Ia bisa saja hanya menggambar garis atau titik, atau hanya mencoret-coret kertas. Sedikit demi sedikit, ia akan lebih mengenal bentuk dan menjelang balita, ia mulai bisa membuat bentuk-bentuk geometris. Pada tahap awal, Mama belum perlu memberinya buku mewarnai. Hindari juga terlalu banyak memberi instruksi kepadanya karena di usia ini, ia belum memahami bentuk objek yang sebenarnya. Sebaiknya, sediakan saja banyak kertas dan alat gambar yang sesuai, yaitu krayon atau pensil.

Tanda-Tanda Si Batita Akan Sulit Belajar

Kemampuan membaca dan menulis ternyata sudah berkembang jauh sebelum anak Mama bisa membaca atau menulis, yaitu sejak lahir hingga menjelang 3 tahun. Menurut American Speech Hearing Association, selama masa itu ada beberapa tanda yang memperlihatkan si batita mungkin akan sulit untuk belajar membaca pada saat masuk sekolah. Misal, terus bicara dengan kemampuan baby talk, kurang tertarik pada buku, sulit memahami konsep huruf, sulit memahami ketika diberi arahan sederhana, hingga sulit mengekspresikan diri melalui kata-kata.

“Mengetahui tanda-tanda ini sejak dini sangatlah penting, sehingga orangtua bisa meminta bantuan ahli untuk terapi yang tepat,” kata Kaitlin Vogtner Trainor, ahli speech language-pathologist dari Loyola University Health System. Disamping itu, Mama juga bisa mendorong kemampuan anak dengan lebih sering mengajaknya bicara dan merangsang minat bacanya melalui berbagai buku bergambar menarik.

Bayi Asi “Sulit Tidur”?

Secara alami, ASI lebih mudah diserap sehingga lebih cepat sampai di sistem pencernaan bayi. Bisa jadi, itulah yang membuat bayi ASI lebih cepat lapar dan terbangun dari tidurnya. Yang jelas, seperti dikatakan Daniel Levy, Dokter Spesialis Anak dan Asisten Profesor Klinik di bidang Kedokteran Anak dari University of Maryland, “Kalau mama menyusui dengan benar hingga payudara kosong, bayi akan bisa mendapatkan kandungan lemak yang biasanya didapat saat ASI mulai habis. Ini akan mengenyangkan bayi dan membuatnya tidur lebih lama.”

Sumber : https://maxfieldreview.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *