Pengembaraan Sardono Ke Papua Bag6

katanya kepada Anwar Siswadi dari Tempo. Karena itu, bisa dipahami betapa bagi Sardono pementasan adalah sebuah proses kesenian yang masih terus berkembang dan selalu menyesuaikan diri dengan aktualitas. Menyaksikan dokumentasi eksperimen-eksperimen Sardono dari 1960- an di Singapura ini, terasa bagi Sardono bahwa orang berkesenian itu sama dengan petani yang terus melatih insting untuk menangkap musim. Sama dengan guru silat yang terus berlatih meski tak harus bertarung dengan musuh. Di usianya yang ke-71 tahun, Sardono agaknya masih terus bergerak. Juga bersama dengan kamera dan kanvas-kanvasnya. ”Oktober ini, Black Sun saya rencanakan dipentaskan di Colomadu. Tentu suasananya berubah,” ujar Sardono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *