Categories
Berita

Salah satu raksasa Internet kembali hadir di Indonesia

Nama Baidu mungkin belum sepopuler raksasa Internet lain. Akan tetapi, perusahaan ini sangat serius dalam melakukan ekspansinya ke Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan dua hal, memperkenalkan aplikasi untuk PC dan mobile serta mendirikan kantor di Indonesia. Bahkan, saat ini Baidu Indonesia sedang dalam proses pembentukan Perseroan Terbatas (PT). “Itu kami lakukan untuk mematuhi hukum dan regulasi yang berlaku di Indonesia,” ungkap Iwan Setiawan, Marketing Manager Baidu Indonesia, di sela-sela acara Baidu Media Outing di Bandung, 28-29 Maret 2014. Baidu mulai masuk ke Indonesia awal tahun lalu dengan menempatkan satu orang perwakilannya.

Kini, Baidu Indonesia sudah memiliki sembilan dan terus tumbuh orang dalam timnya yang berkantor di gedung World Trade Center II, Jakarta. Dalam pernyataannya di press release, Bao Jian Lei, Managing Director Baidu Indonesia, melihat potensi pasar di Indonesia yang masih terbuka. “Baidu melihat populasi penduduk Indonesia yang mencapai 242,3 juta jiwa dan pengguna Internet 72,7 juta pada tahun 2013 sebagai peluang untuk berinvestasi dan melebarkan sayap bisnis software kami,” katanya.

Saat ini, Baidu Indonesia sedang fokus untuk memperkenalkan produk-produknya lebih dulu. “Sebab, berdasarkan pengalaman, orang akan lebih mudah mengenal sebuah brand ketika sudah menggunakan produknya,” jelas Iwan. Maka, Baidu memboyong empat aplikasi untuk PC dan empat aplikasi mobile untuk diperkenalkan di Indonesia. Aplikasi-aplikasi itu adalah Baidu PC Faster (aplikasi untuk menjaga dan mempercepat kinerja komputer), Baidu Antivirus (aplikasi antivirus dengan perlindungan proaktif, keamanan real-time, dan update otomatis).

Baidu Spark Browser (aplikasi browser Internet), Hao 123 (website yang memudahkan akses ke berbagai sumber informasi maupun search engine), DU Battery Saver (aplikasi untuk memperpanjang usia baterai smartphone dan tablet Android), DU Speed Booster (aplikasi untuk meningkatkan kecepatan ponsel), Baidu Browser (browser sederhana dengan T5 engine yang lebih cepat), dan Photo Wonder (foto editor untuk foto single dan collage).

PC Faster dan Hao 123 adalah dua aplikasi yang jadi jagoan Baidu untuk PC. Sedangkan di sektor mobile, Baidu menjagokan browser untuk platform Androidnya. “Uniknya, pengguna banyak yang sudah menggunakan produk kami, contohnya PC Faster, tapi mereka belum tahu kalau itu punya Baidu,” ungkap Iwan. Saat ini, perbandingan aplikasi PC dan mobile yang digarap Baidu Indonesia adalah 70:30. “Akan tetapi, ke depannya porsi aplikasi mobile akan lebih besar,” tambahnya. Baidu berambisi untuk menjadi Number 1 New Media Platform di dunia pada tahun 2019.

Categories
Berita

HP Canggih Buatan Cina yang lancar Game PPSSPP

HP Canggih Buatan Cina yang lancar Game PPSSPPDari banyaknya vendor asal China yang bermain di bidang telekomunikasi, beberapa sanggup mencuri perhatian dunia. Berikut ini adalah contoh produk mereka yang unik, high-tech, namun tetap murah

Meizu MX3

Kalau yang ini merupakan contoh vendor yang mengerti betul keunggulan teknologi vendor lain, namun mencoba memasarkannya dengan berani. Kalau Xiaomi Mi3 menjadi alternatif murah dari Galaxy Note 3, maka Meizu MX3 justru mengincar “saudara” tuanya, si Galaxy S4. Tak tanggung-tanggung, prosesor Exynos 5 Octa 5410 yang menjadi otak Galaxy S4 juga turut dibenamkan di sini. Kombinasi prosesor Quad-Core 1.6GHz Cortex-A15 dan Quad-Core 1.2GHz Cortex A-7 disandingkan dengan GPU mutakhir, PowerVR SGX 544MP3 alias GPU dengan tiga inti. Setelah prosesor, divisi kamera dan audio juga mengusung nama-nama besar.

Untuk lensa, Meizu MX3 mengusung chip BSI 8MP dari Sony sedangkan urusan audio dipercayakan pada chip dari Wolfson. Bahkan khusus masalah suara, Meizi MX3 membenamkan teknologi Dirac HD yang sanggup membuat suara jadi lebih jernih dan bass yang kuat. Semuanya itu dibalut dalam desain bodi yang elegan dan material magnesium alloy yang dikenal lebih tipis dan ringan. Hasilnya sebuah smartphone yang tak hanya canggih, tapi juga bisa mempertahankan suhu dengan baik

Xiaomi Mi3

Perusahaan yang dikenal sebagai “Apple dari China” ini memang sedang naik daun. Apalagi produk teranyarnya menyasar smartphone tercanggih saat ini, Galaxy Note 3. Nama Xiaomi Mi3 menjadi penerus seri sebelumnya yang mengandalkan spesi kasi mutakhir namun dijual dengan harga jauh di bawah kompetitor. Tak tanggung-tanggung, Xiaomi kini bahkan memiliki Hugo Barra, bekas Vice President di Google yang membidangi Product Management untuk Android.

Smartphone Xiaomi Mi3 sendiri menjadi buah bibir ketika spesi kasi yang diusung (nVidia Tegra 4 atau Snapdragon 800) jadi head-to-head dengan Galaxy Note 3. Yang membuatnya menarik, Mi3 dijual dengan harga sekitar $330 atau kurang dari empat juta saja. Wajar jika 100.000 ponsel tersebut ludes dipesan hanya dalam waktu kurang dari 5 menit saat dijual secara online. Perusahaan yang baru berdiri sejak 2008 ini bisa jadi akan mengembangkan usahanya di luar China jika terus sukses. Semoga saja Indonesia termasuk negara yang disasar

Categories
Berita

Peternak Bersiap Menghadapi Permasalahan

OrganiSaSi atau asosiasi peternak di Indonesia sudah seharusnya terlibat da – lam pembangunan peternakan di Tanah Air. Hal itu dilontarkan Herry Dermawan, Ketua Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gopan yang ber – langsung di Bogor, Jumat (4/5). Menurut Herry, peternak yang ter him pun ke dalam organisasi wajib mandiri, pro – fesional, dan mempunyai peran yang sig – nifikan. Sebab, salah satu elemen pen ting pembangunan peternakan ayam ada lah peran peternak itu sendiri, di sam ping pemerintah dan industri per unggasan. Saat ini, lanjutnya, peternak bersiap meng hadapi kondisi yang semakin sulit. Tak hanya masalah teknis dan budidaya, namun kelanjutan peternak dalam usaha juga masih penuh tanda tanya. Pelarang – an penggunaan AGP masih menjadi ma – salah yang harus dipecahkan. Di sisi lain, ancaman penyakit akibat perubahan iklim juga masih terus ada. Dari segi non-teknis, ancaman banjir im – por ayam asal Brasil juga siap menghadapi pasar Indonesia. Meski belakangan, Dirjen PKH, I Ketut Diarmita mengkonfirmasi ung gas Brasil tidak akan masuk ke Indo – nesia. Terkait distribusi DOC, dinilai Herry juga belum efektif sesuai dengan pasal yang tertuang dalam Permentan 32/2017. “Seharusnya pembagian DOC antara pe – ternak mandiri dan integrator 50:50. Ke – nya taannya banyak peternak mandiri yang tidak kebagian,” tandasnya.