Nutrisi Tumbuh Kembang Anak

Beberapa waktu lalu, TRANS7 (Parents) Club dan Program Modern Moms menyelenggara kan yang bertajuk “Nutrisi saat Tumbuh Kembang Anak” talkshow yang berisi pemaparan, contoh-contoh kasus serta gambaran mengenai proses tumbuh kembang anak, dari 0 bulan hingga 5 tahun. Talkshow tersebut dilaksanakan di Prestige Music & Lounge, Kemang.

“ lowongan kerja di Jepang gratis dengan cara magang ke Jepang untuk lulusan SMA/SMK “ ~ upstory ~

Talkshow menghadirkan beberapa pakar gizi anak yaitu, Ratih Zimer Ganda Setiawan Dipl. Phys. Th dan DR. (Cand) Sitti Hikmawatty, S. ST, M.Pd dengan Kamidia Radisti sebagai moderator. Talkshow memaparkan mengenai nutrisi yang dikonsumsi saat awal tumbuh kembang anak dan dampak terhadap perkembangan otak, pertumbuhan fisik dan perkembangan organ metabolik beserta contoh-contoh kasus yang terjadi jika anak kekurangan nutrisi pada masa tumbuh kembang.

Selanjutnya, ada sesi yang menitikberatkan pada stimulasistimulasi penting sensor motorik yang harus dilatih saat tumbuh kembang anak, sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan dan kinerja otak mulai usia 0-5 tahun. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada kegiatan dan alat-alat yang dapat membantu dalam proses stimulasi, contoh-contoh kasus mengapa anak membutuhkan stimulasi pada sensor motorik, dan dampak yang terjadi setiap usia bila tidak melakukan stimulasi.

Modern Moms TRANS7 (Parents) Club merupakan kegiatan yang menawarkan kepada anggota TRANS7 Club yang memiliki minat dalam dunia parenting, mulai diskusi mengenai pola mengasuh anak, perkembangan dan kesehatan anak hingga memba has isu-isu terkini yang tejadi di lingkungan dunia anak. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TRANS7 untuk meningkatkan wawasan orangtua mengenai parameter yang berharga dalam memantau pertumbuhan seorang anak.

Menyesuaikan Level Ngantuk

“Kalau Malika udah pasang muka datar tanpa ekspresi, itu tandanya dia sudah ngantuk. Mau di-becandain kayak apa juga, dia akan tetap dengan wajah datarnya, plus bibirnya manyun. Tapi walaupun begitu, dia masih bisa bermain, he he he… lucuya. Tapi kalau level ngantuk-nya semakin berat, Malika akan garuk-garuk kepala dan ngucek-ngucek matanya. Biasanya, sih, kalau sudah sampai pada level ini, dia mulai rewel dan gak mau lepas dari saya sambil narik narik baju minta nenen.” Eka Rahmadina, mama dari Malika Adriana (13 bulan).

 

Pantau Tekanan Darah

Masuk trimester akhir, secara alami tekanan darah mamil akan sedikit naik, tepatnya memasuki bulan ke-7 kehamilan. Waspadai gejala-gejala khasnya, seperti sakit kepala berat, penglihatan kabur, bengkak berlebihan pada tangan, kaki, dan pergelangan kaki, atau pertambahan berat badan yang terlalu banyak. Bila tidak dipantau dengan cermat, mamil bisa mengalami gangguan preeklamsia, yang biasanya memang didahului dengan tekanan darah dan level protein pada urine yang tinggi selama kehamilan.

“ program beasiswa kuliah di Jerman gratis untuk melanjutkan studi S2-S3 “ ~ upstory.org ~

Ukuran Janin Pengaruhi Risiko Kematian Dalam Rahim

Janin yang tergolong terlalu kecil untuk usia kehamilan berisiko 3-4 kali lipat lebih besar untuk mengalami kematian dalam rahim, dibandingkan janin dengan ukuran normal. Selain itu, ukuran yang terlalu besar juga memiliki risiko serupa, demikian menurut studi yang dimuat di jurnal PloS Medicine. Berdasarkan temuan ini, peneliti menganjurkan para dokter untuk dengan cermat memeriksa ukuran janin serta melihat apakah sudah sesuai dengan usia kehamilan. Dengan demikian, risiko kematian dalam rahim bisa terhindari.

1001 Alasan

“Putriku anak yang unik, dia punya 1001 alasan kalau disuruh tidur. Bilang kepanasanlah, gatal digigit nyamuklah, pengin minum susulah, masih pengen mainlah. Pokoknya, tingkahnya ngeseliiin, deh. Tapi, dia ujung-ujungnya nyerah juga sama kantuknya dan berujung dibuai di atas ayunannya. Itulah putriku.” Rini Asmarani, mama dari Zahra Nadhifah Andini (2)

Banyak Permintaan

“Dede kalo udah mengantuk biasanya ngajak Bunda ke kamar sambil menunjuk ke arah kamar sembari berkata, ‘Nda… nana… enen?’ Tapi pas mau mulai nenen, Dede suka menengadahkan kedua tangannya, ‘Bla… bla… amiin.’ Ceritanya, ia berdoa sebelum nenen dan tidur. Setelah itu. ‘Nda….’ sambil goyang-goyangkan sebelah tangannya. Hemm, dia minta dikipasi. Jadinya Bunda kipas-kipas Dede. Terus Dede akan menengadahkan tangan lagi atau angguk-angguk kepala. Nah, ini isyarat meminta saya bacakan surat-surat Alquran yang pendek, seperti Al-Ikhlas. Saat dibacakan, dia akan diam. Lama-lama tidur, deh. Tapi kadang kala kalau masih ingin main atau lagi banyak orang, dia maunya main dulu seperti tadi.” Nova Indriyani, mama dari Aria Fahri Pratama (17 bulan).

Toast dan Duel Kipas Bag10

Terakhir kali saat menggarap Arka Suta, ia bisa menghadirkan kematian Karna secara mengharukan. Karna rebah di tangan Kunti, sebagaimana Kristus rebah di lengan Maria dalam pose-pose pieta. Hal itu mengingatkan pada Retno Maruti, sang ibu yang juga biasanya membawa karyanya ke klimaks kematian menggigit. Liris. Sekaligus tragis. Kita ingat Ki Ageng Mangir dalam Sekar pembayun.

Ia duduk menghadap Panembahan Senapati, sang raja, ayah Pembayun. Ia bersimpuh. Dan panggung langsung berwarna merah. Seperti terpotong, tarian pun selesai. Sebuah akhir yang menghunjam. Tanpa diperagakan pun, kita akan tahu itu darah Mangir. Malam itu, kita melihat adegan Yuni dikepung dan Kelaswara dikeroyok. Berbagai formasi duel berjejer, diagonal, atau melingkar ditampilkan Rury.

Toast dan Duel Kipas Bag9

Dalam versi keraton, saat adegan peperangan, penari biasanya membawa properti cundrik, keris, atau gandewa. Namun Rury menggunakan kipas. Di sini inovasi dia terlihat. Di tangan Rury, kipas berubah menjadi alegori senjata tajam. Harus diakui suara ”prakkk” gemeretak kipas yang dibuka dan ditutup serta deru sabetan membuat suasana gereget dan tak hambar.

Juga membangkitkan imajinasi tentang perang itu. Kusumo mung paduko Kang pantes ambo sumawinto Kebas trabas ing ngayudho Sirno kang candolo Toto raharjo Para penari dari dua kelompok samasama menyanjung Wong Agung. Sampai akhirnya terjadi duel. Duel yang berakhir kematian juga menjadi kekuatan Padnecwara. Cara Rury kini membawa adegan duel ke arah kematian menjadi hal yang menarik.

Adu Siasat Vs Bukti Kuat Bag7

Meski peran Setya terang-benderang, hakim hanya menyebut namanya dalam putusan Irman dan Sugiharto pada bagian fakta persidangan. Dalam tuntutan Irman dan Sugiharto, Setya dan Andi disebut menerima jatah hingga Rp 574,2 miliar. Ini pun lenyap dalam putusan. KPK meyakini jatah Setya Novanto dari e-KTP mengalir lewat Andi Narogong. Keduanya terhubung di PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta lelang proyek eKTP. Perusahaan tersebut dipimpin keponakan Setya, Irvanto Hendra. Adik Andi, Vidi Gunawan, adalah salah seorang pemegang sahamnya. Sejak kasus e-KTP mencuat, direksi perusahaan berganti.

Adu Siasat Vs Bukti Kuat Bag6

Setya, kata Diah, memintanya menyampaikan pesan kepada Irman, yang saat itu menjabat Direktur Jende ral Kependudukan dan Pencatatan Sipil, agar tak membawa-bawa namanya ketika diperiksa KPK. ”Pak Setya Novanto menyampaikan, ‘Tolong sampaikan kepada Irman, kalau ketemu orang dan ditanya, bilang saja tidak kenal saya’,” ujar Diah dalam persidangan Irman pada Maret lalu. Saat bersaksi untuk Andi Narogong pada akhir Agustus lalu, Irman mengatakan pertemuan di Gran Melia bersama Diah dan Setya pada 2010 difasilitasi Andi. Menurut Irman, inti dari pertemuan itu adalah Setya menyatakan akan mengawal anggaran proyek e-KTP di DPR.

Kabarnya Anda bersedia asalkan tidak diganggu secara politik?

Itu versi Anda saja. Kami memperoleh informasi seperti itu…. Silakan tanya ke sumbernya. Secara pribadi, saya punya kepuasan melakukan sesuatu untuk republik ini. Saya tidak akan pernah merasa menang, kalah, rugi, untung. Asalkan saya tidak mengkhianati ilmu, martabat, dan integritas saya. It’s the same thing. It’s the same Sri Mulyani—Ini Sri Mulyani yang sama. Apa yang diminta Presiden Jokowi dari Anda? Tugas saya menjalankan ide reformasi.

Saya mengerti ada anggapan Kementerian Keuangan sebagai pusat korupsi, tidak ada nilai-nilai kepercayaan, sebagai institusi yang kurang profesional. Jadi Presiden ingin lari 100 kilometer per jam atau bahkan kalau bisa seperti kecepatan suara. Tapi perekonomian itu harus diatur dan dikelola dengan kebijakan-kebijakan yang sejalan. Presiden bisa memahami kenapa tidak bisa secepat itu. Bukan karena alasan-alasan birokratis, melainkan memang perubahan dari sisi institusional, profesional, kadang-kadang butuh waktu. Saya sudah keliling dunia dan melihat pembuat kebijakan di negara maju, miskin, dan berkembang. Menurut saya, kita bisa melakukan lebih baik lagi dan lebih cepat.

Kala Masjid (Dicap) Menebar Ancaman

Lama tak menjejakkan kaki di gereja, Anissa Latroche mendatangi Katedral Rouen di utara Prancis. Terakhir ke gereja, ia masih duduk di bangku sekolah. Saat itu ia mengikuti wisata belajar. Namun kali ini, bersama ratusan muslim lain, mahasiswi sosiologi itu mengikuti misa arwah untuk menghormati Jacques Hamel.

Pastor di gereja St. Étienne du Rouvray, daerah tetangga Kota Rouen, itu tewas digorok sepekan sebelumnya. Latroche terkejut saat mendengar berita kematian Pastor Hamel pada 26 Juli lalu. Ia makin bergidik tatkala mengetahui bahwa Adel Kermiche dan Abdel-Malik Nabil Petitjean, dua pelaku pembantaian sang pastor, berusia 19 tahun, sama seperti dirinya. ”Saya bahkan belum memulai perjalanan hidup.

Kebencian Yang Bertahan Lama Bag5

Dugaan kejahatan karena kebencian malah diabaikan walau kedua korban tewas mengenakan pakai an muslim. ”Tidak ada indikasi mereka dibunuh karena keyakinan,” ucap Wakil Inspektur Henry Sautner. Adapun Wakil Jaksa Distrik Tulsa, John David Luton, pada Senin pekan lalu menegaskan masih terlalu awal mendakwa Majors dengan kejahatan berbasis kebencian atas kematian Khalid. Bertahun-tahun keluarga Jabara hidup dalam teror Majors.

Intimidasi, kekerasan verbal hingga fsik terjadi sejak pria homoseksual itu pindah ke lingkungan rumah Jabara pada 2012. ”Ia menghina kami terusmenerus. Menyebut kami ’Arab kotor, pergi dari sini. Ayerab, Mooslims,’” ujar Haifa kepada CNN. Bukan hanya keluarga Jabara, sejumlah tetangga dari kelompok minoritas juga mengeluhkan gangguan Majors kepada polisi.

Meringkuk Gara-Gara Facebook bag3

Pelaporan ini mengagetkan Dodi. Menurut Ikhwaluddin, pengacara Dodi lainnya, kliennya jarang membuka Facebook karena sibuk. Di samping aktif di KNPI, Dodi bekerja sebagai manajer Candi Hotel di Medan. ”Dodi baru tahu ada tautan itu di akunnya setelah diperiksa polisi,” ujar Ikhwaluddin. Kepada polisi, Dodi mengaku tak tahu akun Facebook dia menerima tautan berita yang merugikan Anif.

Karena itu, ia tak menghapus tautan berita pada akun Facebook yang kini tak bisa diakses lagi tersebut. Dia pun menyangkal membagi tautan berita sebelumnya. Waktu itu Dodi juga menyerahkan bukti cetakan e-mail yang berisi pemberitahuan tentang upaya peretasan atas akun Facebook dia. ”Setidaknya ada lima kali alert selama Oktober-Desember 2015 itu,” kata Qodirun. Polisi menjerat Dodi dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).