Nyalon Saat Hamil

Nyalon Saat Hamil – Boleh lo Mama hamil tetap nyalon, melakukan spa, atau aromaterapi. Kegiatan ini sangat menyenangkan, membuat Mama merasa lebih nyaman, tenang, segar, dan lainnya. Bahkan, sebuah penelitian menyatakan, spa dapat membuat Mama hamil lebih tenang sehingga nyeri otot berkurang. Lebih amannya, nyalon, spa, atau aromaterapi sebaiknya baru dilakukan di trimester kedua kehamilan karena kondisi janin sudah lebih kuat sehingga tak terpengaruh oleh aktivitas di luar. Mama bisa menikur-pedikur, pijat dengan scrub, cuci muka, spa, atau aromaterapi. Selain membuat tubuh lebih nyaman, nyalon, spa, dan aromaterapi juga dapat melancarkan peredaran darah lewat pijat, menghaluskan, mengencangkan, hingga memberikan gizi pada kulit.

Baca Juga : SAT Registration Jakarta

Namun, sebelum nyalon, spa, atau aromaterapi, sebaiknya Mama hamil berkonsultasi ke dokter, apakah aman melakukannya atau tidak. Selain itu, pastikan salon atau klinik yang memberikan jasa memahami kondisi Mama hamil, mengingat tidak selamanya jenis perawatan/spa/aromaterapi aman untuk Mama hamil. Yang tidak aman, misalnya, mandi lumpur, membungkus tubuh yang biasanya untuk pelangsingan (wrapping), sauna, hot wax, dan lainnya. Selain bahannya yang mungkin tidak terjamin keamanannya, juga dapat meningkatkan temperatur suhu Mama yang bisa berisiko dehidrasi dan berbahaya buat janin.

Nyaman dengan Peregangan

Nyaman dengan Peregangan – Sesuai namanya, gerakan peregangan bertujuan meregangkan otot-otot yang kaku sehingga lebih luwes dan hangat, dengan begitu Mama akan merasa lebih nyaman. Otot yang luwes pun nantinya akan membantu kelancaran bersalin. Gerakan peregangan ini pun sebenarnya bisa digunakan untuk pemanasan sebelum melakukanaktivitas fisik atau berolahraga. Mama bisa melakukannya di mana saja karena gerakan-gerakannya sederhana dan mudah. Misalnya, gerakan rotasi leher ke kiri-kanan, ke atas-bawah, atau memutar. Mama juga bisa menggerakkan tangan seperti gaya orang berenang, menggerakkan kaki ke atas-bawah, memutar kaki, dan sebagainya. Mama pun bisa melatih peregangan otot-otot pelvik dasar, otot panggul, dan otot di seputar selangkangan lewat senam kegel.

Nyeri Perut Tanda Persalinan Prematur Bag2

Selanjutnya akan terjadi kontraksi yang merupakan tanda persalinan dini. Nah, agar tak terjadi infeksi yang dapat mengakibatkan kontraksi sebelum waktunya ini, mamil hendaknya menjaga kebersihan wilayah organ intim.

Baca juga : ausbildung jerman

Antara lain: mengenakan celana dalam berbahan kaus yang menyerap keringat, sering-sering mengganti celana dalam bila dirasa lembap, dan hindari menahan keingin an buang air kecil. Selain itu, konsumsi makanan bergizi dan vitamin untuk mening katkan daya tahan tubuh. Selain infeksi, kontraksi sebelum waktunya juga bisa disebabkan oleh kelelahan pada masa kehamilan. Kelelahan tersebut dapat berupa kelelahan fisik dan psikologis.

Kelelahan fisik, antara lain disebabkan oleh pekerjaan rutin sehari-hari, baik itu pekerjaan di kantor bagi mamil yang bekerja maupun pekerjaan rumah tangga di rumah, serta aktivitas-aktivitas lainnya. Sementara kelelahan psikologis disebabkan oleh konflik akibat adanya masalah hingga menimbulkan stres ataupun kecemasan akan kehamilannya. Itulah mengapa mamil disarankan menjaga gaya hidupnya agar terhindar dari kelelahan.

Batasi aktivitas fisik, ja ngan sampai berlebihan, terutama aktivitas yang berisiko bagi kesehatan mamil dan janinnya. Beristirahatlah ketika tubuh memberi tandatanda letih. Terutama bagi mamil yang aktif bekerja, beristirahatlah sekitar 15—30 menit di sela-sela waktu kerja. Selain itu, cukupi kebutuhan tidur Mama. Bila perlu, tidurlah lebih awal. Kualitas tidur akan berpengaruh pada kondisi fisik mamil.

Hamil Dengan Kelebihan Berat Badan Membuat Bayi Rentan Sakit

Satu lagi alasan untuk mengerem dorongan makan berlebihan saat hamil agar tidak sampai overweight. Studi dari University of CaliforniaRiverside yang dimuat di jurnal Pediatric Allergy and Immunology menemukan, bayi yang lahir dari mamil dengan kondisi obesitas selama memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah. Akibatnya, saat lahir nanti bayi lebih rentan terserang berbagai penyakit dan kondisi ini akan terus menyertai bayi hingga besar. Sebaiknya mamil mengubah pola makan dan menjaga bobot agar tetap ideal selama kehamilan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Berkembang Lewat Menggambar

Menggambar tidak hanya membantu si batita berkembang, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bagi Mama untuk mengamati tahap-tahap pencapaian, sehingga bisa mendukung proses belajarnya. Kebiasaan menggambar akan mengasah kreativitas anak, karenanya biarkan si batita menggambar apa yang ia inginkan.

Baca juga : Kerja di Jerman

Di usia 2–4 tahun, anak mulai menggambar berbagai objek secara acak, sesuai dengan gerakan tangannya. Ia bisa saja hanya menggambar garis atau titik, atau hanya mencoret-coret kertas. Sedikit demi sedikit, ia akan lebih mengenal bentuk dan menjelang balita, ia mulai bisa membuat bentuk-bentuk geometris. Pada tahap awal, Mama belum perlu memberinya buku mewarnai. Hindari juga terlalu banyak memberi instruksi kepadanya karena di usia ini, ia belum memahami bentuk objek yang sebenarnya. Sebaiknya, sediakan saja banyak kertas dan alat gambar yang sesuai, yaitu krayon atau pensil.

Tanda-Tanda Si Batita Akan Sulit Belajar

Kemampuan membaca dan menulis ternyata sudah berkembang jauh sebelum anak Mama bisa membaca atau menulis, yaitu sejak lahir hingga menjelang 3 tahun. Menurut American Speech Hearing Association, selama masa itu ada beberapa tanda yang memperlihatkan si batita mungkin akan sulit untuk belajar membaca pada saat masuk sekolah. Misal, terus bicara dengan kemampuan baby talk, kurang tertarik pada buku, sulit memahami konsep huruf, sulit memahami ketika diberi arahan sederhana, hingga sulit mengekspresikan diri melalui kata-kata.

“Mengetahui tanda-tanda ini sejak dini sangatlah penting, sehingga orangtua bisa meminta bantuan ahli untuk terapi yang tepat,” kata Kaitlin Vogtner Trainor, ahli speech language-pathologist dari Loyola University Health System. Disamping itu, Mama juga bisa mendorong kemampuan anak dengan lebih sering mengajaknya bicara dan merangsang minat bacanya melalui berbagai buku bergambar menarik.

Bayi Asi “Sulit Tidur”?

Secara alami, ASI lebih mudah diserap sehingga lebih cepat sampai di sistem pencernaan bayi. Bisa jadi, itulah yang membuat bayi ASI lebih cepat lapar dan terbangun dari tidurnya. Yang jelas, seperti dikatakan Daniel Levy, Dokter Spesialis Anak dan Asisten Profesor Klinik di bidang Kedokteran Anak dari University of Maryland, “Kalau mama menyusui dengan benar hingga payudara kosong, bayi akan bisa mendapatkan kandungan lemak yang biasanya didapat saat ASI mulai habis. Ini akan mengenyangkan bayi dan membuatnya tidur lebih lama.”

Sumber : https://maxfieldreview.com/

 

Waspadai Game untuk anak Bag2

Sementara unsur pornograf yang terkandung dalam game, bisa menjadi pintu masuk bagi anak untuk melihat hal yang lebih vulgar nantinya. Dia akan mencari gambar-gambar porno, cerita dewasa, atau flm-flm porno dengan browsing di internet. Tentu ini sangat membahayakan mengingat paparan pornograf dapat merusak otak anak.

Baca juga : tempat kursus ielts di jakarta

Dr. Donald Hilton Jr, Ahli Bedah Saraf dari Amerika Serikat, mengatakan, ada lima bagian otak yang akan rusak akibat pornograf, yaitu bagian lobus frontal, gyrus insula, nucleus accumbens putamen, cingulated dan cerebellum. Bagian-bagian ini berfungsi mengontrol perilaku ketagihan dari sesuatu yang menyenangkan, semisal, pemuasan seksual. Nah, anak belum mampu mengontrol keinginannya. Jika bagian-bagian otak tersebut terganggu, anak akan semakin tak mampu menahan diri untuk mengulangi apa yang membuatnya senang, dalam hal ini melihat pornograf.

Begini cara kerjanya, Ma. Gambar atau video porno yang dilihat akan dikirim ke otak bagian belakang (disebut responden). Karena responden belum berfungsi sempurna, biasanya anak akan kaget. Pada saat yang bersamaan, otak mengeluarkan hormon dopamine yang membuat anak merasa senang, nikmat, dan bahagia. Kalau sudah senang/nikmat, tentu akan diulang. Nah, karena anak belum bisa mengontrolnya, maka ia akan mengulang dan mengulang lagi kenikmatan tersebut.

Ujungnya, anak pun mengalami kecanduan. Lebih berbahaya lagi, anak bisa mengalami dissensitifsasi, yakni tidak sensitif lagi terhadap gambar/video yang sudah dilihatnya sehingga akan mencari gambar/video lain yang lebih vulgar dan lebih vulgar lagi. Tak berhenti sampai di situ, imajinasi anak pun akan berkembang lebih bebas. Bisa saja dia memuaskan dirinya dengan melakukan onani sambil melihat video atau gambar tersebut. Jika dirasa tak lagi memuaskan, di usia yang lebih besar sangat mungkin ia akan melakukan pelecehan kepada anak yang lebih muda.

Saat ini banyak kasus sudah menampakkan demikian, anak SD melecehkan teman SD-nya atau siswa TK. Sayangnya, Ma, kerusakan di otak sulit dideteksi, butuh observasi perilaku dan pemeriksaan otak dengan menggunakan alat–alat canggih untuk melihat kerusakan struktural otak pada lima bagian tersebut. Biasanya, untuk mendeteksi kerusakan otak tersebut, ahli akan melihat dari berbagai segi, misalnya, penurunan kemampuan belajar, mudah emosi, sering mengalami kegelisahan, begitu tertarik dengan lawan jenis, dan lainnya.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Survei Kebahagiaan Keluarga Indonesia

Ada survei menarik yang dilakukan Nestle LACTOGROW tentang arti kebahagiaan keluarga. Ternyata 53% responden, yang merupakan orangtua, menyatakan anaknya bahagia akan hubungan yang terjalin antara ayah-ibu-anak. Sisanya masih merasa khawatir, waktu yang dihabiskan dengan buah hati kurang dari cukup.

Baca juga : Kerja di Jerman

Hasil survei ini dijabarkan oleh Gusti Kattani Maulani, Brand Manager LACTOGROW, dalam acara “Nestle LACTOGROW Happy Date with Legenddady, Happy Winter Land”, di Kota Kasablanka, Jakarta, beberapa waktu lalu. Terkait dengan ini, menurut Psikolog Rini Hildayani, MSi makna kebahagiaan bagi orangtua adalah dapat menjalin hubungan harmonis dengan para buah hatinya. Begitu juga makna bagi anak. Mereka dapat memiliki hubungan yang baik dengan ayah ibunya. “Jadi, dalam kebahagiaan ada hubungan timbal balik,” ujarnya.

Untuk mewujudkan kebahagiaan keluarga, orangtua tentu perlu memberi waktu dan melakukan kegiatan bersama anak. Nah, kegiatan ini tak harus selalu yang mahal, karena banyak aktivitas sederhana yang juga fun. “Anak itu senang bermain, jadi bermainlah bersamanya Pilih kegiatan bermain yang dapat meningkatkan kualitas hubungan, bermain balok, misalnya. Tapi jangan sampai, karena alasan tidak punya mainan, lalu kita enggak bermain bersama. Ingat, bagi anak, orangtua adalah objek permainan yang menyenangkan.

Jadi bernyanyilah bersama, guling-gulingan di kasur bareng, atau ciptakan permainan lainnya,” saran Rini. Mengenai keterbatasan waktu orangtua, menurut public figure Choky Sitohang, yang menjadi masalah sebenarnya bukan berapa lama waktu yang bisa kita berikan pada anak, tapi bagaimana kita dapat mengabiskan waktu dengan mereka. “Di sinilah orangtua harus aktif; aktif melayani, aktif hadir. Artinya, harus ada usaha dari orangtua untuk beraktivitas bersama anak-anaknya.”

Minimnya waktu, lanjut Choky, jangan diartikan sebagai “tidak punya waktu”. Karena 24 jam dalam sehari itu berlaku bagi kita semua, di situlah tantangan orangtua untuk mengelola waktunya. Saat ditanya berapa skala kebahagiannya dalam skala 1—10, Choky menjawab bahwa ia selalu mengejar kesempurnaan, jadi kebahagiaan itu haruslah di skala 10. “Menjadi ayah harus memiliki komitmen. Jadi, bila sedang ada di rumah, dari pada tidur, sebaiknya kita lebih memilih bermain bersama anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Main Dimana di Musim Hujan Bag4

Lalu tambahkan aksesori hasil karya sendiri, seperti mahkota dari kertas atau dari rangkaian daun. Kita dapat juga membuat “kerajaan” yang terbuat dari bantal atau guling yang ditumpuk, ataupun membuat tenda dari selimut anak. ¦ Susun Balok Permainan ini me merlukan ba lok-ba lok kayu ber aneka bentuk dan warna. Selain dapat merangsang mo torik ha lus anak, permainan ini melatih konsentrasi sekaligus melatih anak untuk memecahkan masa lah. Hari ini mau buat apa, ya?

“ lowongan kerja perawat di Jerman melalui program FSJ Jerman gratis

Rumah atau istana? Ajak buah hati berkreasi dengan aneka balok tersebut. Mama Papa dapat sekaligus mengajari anak tentang warna. Selain membentuk bangunan dari balok, si kecil juga dapat diajak menyusun balok dari yang ukurannya besar hingga yang ke kecil. Dengan cara ini kita membantu buah hati belajar konsep ukuran. Hanya saja, dalam permainan ini ada kemungkinan anak cepat bosan ketika tidak mendapat ide lagi membentuk bangunan. Apalagi jika balok-balok yang tersedia tidak cukup banyak.

Siasati dengan menggunakan benda lain. Ketika membangun kastil, misal, gunakan kardus bekas susu sebagai temboknya agar balok-balok yang ada dapat digunakan untuk membentuk bagian kastil lainnya. Gunakan kertas cokelat, untuk melapisi kardus bekas susu tersebut agar sesuai dengan warna kastilnya. ¦ Rumah-rumahan Punya kardus bekas televisi atau kulkas yang cukup besar? Gunakan sebagai media permainan untuk buah hati. Buat rancangan untuk tempat jendela dan pintu, lalu potonglah sesuai pola. Tentu, urusan memotong harus ditangani oleh orang dewasa.

Anak dapat di libatkan untuk menggambar pola pintu dan jendela. Tidak punya kardus bekas? Jangan khawatir. Bentangkan kain atau selimut di atas dua buah kursi yang diletakkan berjauhan. Jepit kain yang menjuntai di kursi agar tidak bergerak. Voila! Jadilah tenda untuk tempat piknik bersama buah hati. Tempatkan di dekat jendela agar anak masih dapat menikmati suasana hujan di luar. Pindahkan acara makan siang anak, atau tidur siangnya, ke tenda buatan tersebut.

artikel sebelumnya : https://thedarkpsyde.com/2021/08/03/main-dimana-di-musim-hujan-bag3/

Main Dimana di Musim Hujan Bag3

Semakin banyak dan beragam warnanya, biasanya ia akan semakin senang. Cara ini juga dapat membantunya membedakan warna. Jika sudah biasa membuat cap tangan di kertas besar, ajak batita membuat cap tangan di kertas kecil dan pajanglah hasilnya. Ia akan bangga! Untuk kegiatan merobek dan menempel, kertas warna maupun polos dapat menjadi media bermain. Ajak anak merobek kertas menjadi bentuk tertentu yang telah digambar terlebih dahulu oleh Mama Papa.

“ pengertian apa itu ausbildung Jerman dan apa saja syaratnya “

Berikan pujian ketika hasil sobekan si kecil semakin sesuai dengan gambar aslinya. Selanjutnya, ajak batita menempelkan hasil sobekannya, baik di karton besar warna-warni maupun media tertentu seperti papan dari gabus. ¦ Membaca dan Bercerita Ajak anak membaca buku sambil meme ragakan ceritanya. Pilih peran yang akan dimainkan. Contoh, Mama men jadi beruang dan si kecil menjadi anak beruang.

Atau, guna kan boneka jari dan alat peraga lain untuk membuat ceritanya semakin seru. Kita dapat membuat boneka jari sendiri dari kain flanel dan membentuk beberapa bentuk binatang ataupun membeli boneka jari yang banyak dijual di pasaran. Cara lain, bantulah batita menggunting atau merobek gambar dari majalah atau koran, beri penyangga dari sapu lidi, dan bermainlah wayang-wayangan bersama si kecil.

Gunakan buku cerita untuk membantu memunculkan ide cerita, misalkan buku dengan tema kebun binatang. Sudah kehabisan buku cerita? Mengaranglah kisah seputar kehidupan sehari-hari si kecil dan keluarga. Buatlah cerita bagaimana kakek dan nenek yang tinggal di luar kota datang dengan kereta api dan Mama-Papa beserta si kecil menjemput di stasiun. Apa saja yang ada di stasiun?

Naik apa ke sana? Seperti apa bunyi lokomotif kereta api? Ide lain, lakukan permainan peran. Bermain peran adalah berpura-pura memerankan seorang tokoh, baik nyata maupun khayalan. Kita dapat mengajak batita untuk memerankan tokoh yang disukainya, seorang putri raja atau pangeran, umpamanya. Minta anak memilih pakaian atau kostum dari pakaian yang ia miliki di lemari.

Ingin Anak Kembar? Begini Caranya!

Sekalipun tak memiliki garis keturunan keluarga kembar, kehamilan ganda bisa diusahakan. Kehamilan kembar sering terjadi pada perempuan usia 30-an atau 40-an yang secara hormonal tidak stabil, sehingga kadang proses ovulasi menyebabkan lebih dari satu sel telur dilepaskan dari indungnya di saat bersamaan.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Yossi dan suami telah menikah setahun, tetapi kehamilan yang dinanti belum juga hadir. Tentu Yossi sa ngat sedih, apalagi dirinya dan suami sama-sama merupakan anak sulung, sehingga kedua orangtua mereka pun sangat merindukan hadirnya seorang cucu. Akhirnya, Yossi dan suami sepakat untuk menjalani program hamil. “Hasil pemeriksaan dokter, rahim saya tak ada masalah. Saya diberi obat untuk periode tiga bulan. Di bulan pertama, saya haid. Sempat kecewa karena belum berhasil, tapi suami selalu me nguatkan saya. Di bulan kedua, haid juga. Mesti ekstrasabar.

Di bulan ketiga, ternyata telat haid satu hari. Saya penasaran dan perasaan tak karuan. Tanpa sepengetahuan suami, saya diam-diam minta Ibu untuk membelikan testpack. Hasilnya, muncul dua garis. Kaget dan enggak percaya, saya langsung kasih tahu suami,” papar Yossi. Sorenya, Yossi dan suami langsung ke dokter. Karena Yossi baru telat haid satu hari, dokter pun menyarankannya untuk datang dua minggu lagi dan memberikannya obat plus vitamin. “Dua minggu kemudian, dengan semangat 45, kami datang lagi ke dokter. Tampak di USG ada dua bulatan.

Kami kaget begitu dibilang janin kembar sudah berusia 7 minggu! Alhamdulillah, dapat satu saja senang minta ampun, apalagi dua,” cerita Mama dari si kembar, Hawwa Salsabilla Miracle dan Hayaa Salsabilla Miracle (2,5) ini. Lain lagi dengan kisah Magdalena yang menikah awal 2011 dan tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan momongan meski bukan kembar. Setelah si sulung (anak lelaki) berusia 1,5 tahun, ia dan suami menjalani program kehami lan anak kedua, karena ingin memperoleh anak perempuan. Usai pertemuan pertama dengan dokter, dirinya langsung hamil. Namun, kehamilan kembarnya baru diketahui saat dilakukan pemeriksaan dengan USG pada kontrol ketiga.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Makna Di Balik Berat Dan Panjang (Tinggi) Si Kecil Bag2

Penting diketahui, saat seorang anak mengalami kekurangan gizi, maka BBnya bisa saja tidak naik atau mengalami kenaik an, tetapi hanya sedikit (tidak sesuai dengan garis kurva pertumbuhan), atau malah menjadi turun. Tapi untuk TB dan LK tetap bertambah. Kecuali jika kekurangan gizi berkelanjutan atau sudah terjadi lama, baru bisa terlihat TB/PB melambat, kemudian disusul dengan melambatnya pertumbuhan LK.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Sedangkan untuk BB anak yang berlebih, jika dibiarkan bisa membuat anak menjadi obesitas. Padahal, obesitas membahayakan, anak berisiko mengalami gangguan metabolik, seperti; hipertensi dan diabetes mellitus. Selain itu juga, anak bisa saja mengalami penekanan pada lutut, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan menyebabkan kesulitan bergerak, yang pada akhirnya mengurangi aktivitas fisik. ‘

PB/TB MENJADI PARAMETER KEADAAN STATUS GIZI. PB adalah pengkuran untuk bayi (<2 tahun dengan PB kurang dari 50 cm), pengukurannya menggunakan length board atau meteran kain saat anak berbaring. Sedangkan pengukuran TB dilakukan untuk anak yang bisa berdiri, menggunakan alat pengukur tinggi (microtoise) yang mempunyai ketelitian 0,1 cm, atau bisa dengan meteran kain yang ditempelkan di dinding datar. Pengukuran PB/TB ini penting, karena menjadi parameter yang dapat melihat keadaan status gizi sekarang dan keadaan yang telah lalu. Walaupun memang PB/TB relatif kurang sensitif pada masalah kekurangan gizi pada waktu singkat. ‘

PENGUKURAN LK PENTING SELALU DILAKUKAN BERSAMAAN DENGAN MENG UKUR BB DAN PB/TB. Peningkatan pertumbuhan LK pada anak (bayi dan balita) merupakan tanda dari bertumbuhnya sel-sel otak. Dengan bahasa lain, bila kekurangan gizi berlangsung terus, pada akhirnya mengurangi pertumbuhan sel otak dan memengaruhi perkembangan seorang anak. Bahkan, ada pendapat, saat terjadi gangguan BB (kurang), sebetulnya saat itu pun sudah terjadi gangguan pada pertumbuhan otak.

Oleh karena itu, pengukuran LK membantu orangtua dan tenaga kesehatan dalam memantau pertumbuh an dan perkembangan anak. Saat seorang anak mengalami peningkatan LK yang terlalu cepat, maka dapat dideteksi apakah anak tersebut mengalami gangguan kesehatan atau tidak, dengan melihat perkembangan anak menurut usianya (motorik kasar, motorik halus, sosial, bahasa, kognitif).

Sumber : https://pascal-edu.com/