Categories
Parenting

A-Z Inkubator Bagian 2

DIPANTAU TIM TEKNISI KESEHATAN

Untuk penggunaan inkubator tentu sudah memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur)-nya. Bahkan setiap RS yang memiliki inkubator harus punya tim teknisi untuk memantau penggunaan dan perawatan peralatan khusus seperti ini. Secara garis besar, sebelum inkubator digunakan, harus dipastikan dalam kondisi bersih dan tidak ada kontaminasi kuman.

Dipastikan juga semua alat penunjangnya (yang mengatur aliran udara, pemanas suhu, dan kelembapan) dalam kondisi baik. Sebelum bayi dimasukkan dalam inkubator, suhu dalam ruang inkubator harus diatur dahulu agar tidak terlalu panas dan tidak kedinginan. Pengaturan suhu ini menggunakan pengatur suhu yang terintegrasi dengan inkubatornya. Jadi dapat diatur secara spesi!k, berapa suhu udara dalam inkubator yang dikehendaki dokter.

Bila suhu yang dikehendaki sudah dicapai, barulah bayi dapat dimasukkan dalam inkubator. Selama bayi dalam inkubator, suhu udara dalam inkubator dan suhu bayi tetap dipantau. Bila bayi sudah mencapai suhu tubuh normal, dapat diatur ulang tingkat pemanas inkubatornya. Inkubator yang berfungsi baik biasanya juga disertai alarm yang akan mendeteksi bila suhu melampaui batas atas (terlalu panas) maupun bawah (terlalu dingin).

Bayi dalam inkubator juga harus dipantau posisi dan kondisinya. Oleh karena itulah perawatan di unit perinatologi dan NICU harus sangat ketat. Setiap bayi yang dirawat di NICU umumnya ditangani oleh minimal satu orang perawat khusus. Tujuannya, agar perawatan dan pemantauan selama bayi dirawat dapat dilakukan dengan ketat dan baik.

YANG PERLU DIPERHATIKAN ORANGTUA

Sebenarnya tidak ada yang perlu dilakukan oleh orangtua manakala bayinya dirawat dalam inkubator. Karena perawatannya sudah menjadi tanggung jawab RS yang menangani. Hanya saja perlu diperhatikan beberapa standar perawatan di ruang bayi. Yaitu bila orangtua atau kerabat berkunjung, maka harus memerhatikan kebersihan agar dapat terjaga sterilitas ruangan dan inkubator.

Beberapa rumah sakit mengharuskan pengunjung mengenakan pakaian khusus untuk mengurangi kontaminasi. Selain itu tidak boleh membukabuka atau mengubah-ubah setting inkubator. Bila memang bayi boleh disentuh oleh orangtua, biasanya perawat akan memberi tahu dahulu bagaimana cara mensterilkan tangan yang benar. Memang ada kalanya orangtua melihat banyaknya alat atau selang infus bayi dan menjadi khawatir.

Untuk itu, mintalah penjelasan pada dokter mengenai apa saja yang diberikan pada sang bayi. Atau bila memang tidak dapat bertemu dengan dokter anak yang merawatnya, paling tidak minta penjelasan tentang kondisi bayi pada perawat khusus yang menanganinya. Nah, semoga Mama Papa semakin mendapat gambaran tentang apa itu inkubator!

Categories
Parenting

A-Z Inkubator

Dalam konteks perawatan bayi, inkubator adalah semacam “kotak tempat tidur bayi” yang dirancang khusus untuk bayi dengan masalah medis. Fungsi utamanya agar bayi berada dalam lingkungan ideal demi perawatan masalah kesehatannya. Suhu udara dalam Inkubator dapat diatur sehingga bayi tidak kedinginan (hipotermia), namun berada dalam lingkungan yang sesuai kebutuhannya. Inkubator juga menjadi tempat berlindung bagi bayi dari kemungkinan kontaminasi kuman lingkungan sekitar.

Bayi yang dirawat dalam inkubator adalah bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan dalam suhu lingkungan yang terjaga baik, dan bayi yang sedang dirawat karena masalah medis, baik di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) maupun di Special Care Nursery (SCN). Bayi yang sakit dan dirawat dalam NICU umumnya adalah bayi yang sakit berat. Contoh, menderita gangguan napas, infeksi berat (sepsis), bayi yang menelan cairan ketuban, bayi prematur, bayi dengan berat badan rendah, bayi dengan kelainan bawaan berat, dan sebagainya. Posisi bayi dalam inkubator, akan diatur sedemikian rupa agar aman dan nyaman.

Pada saat ini, inkubator seakan menjadi “rahim” tempat tinggal bayi. Saat bayi dirawat di NICU, selain inkubator, digunakan pula berbagai peralatan medis lain, seperti alat bantu napas (ventilator). Inkubator juga digunakan untuk merawat bayi dengan kondisi sakit yang lebih ringan. Biasanya mereka dirawat dalam Unit Special Care Nursery atau sering disebut unit perinatologi. Perawatan di unit ini tidak menggunakan berbagai alat bantu lain, seperti ventilator (alat bantu napas), dan sebagainya.

Contoh kasus adalah bayi yang sudah stabil fungsi paru dan jantungnya namun masih memiliki berat badan rendah. Atau kasus bayi hiperbilirubinemia dan memerlukan terapi sinar biru (blue light). Inkubator juga digunakan untuk menstabilkan suhu bayi baru lahir yang cenderung kedinginan karena belum bisa beradaptasi, dari perubahan lingkungan rahim ibu yang hangat ke suhu ruangan perawatan bayi baru lahir.

Jadi, biasanya bayi baru lahir, meskipun cukup bulan, sehat, dan bugar (apalagi kalau bayi kecil), segera setelah dibersihkan akan dimasukkan dalam inkubator untuk memantau kondisi dan menstabilkan fungsi jantung, paru, dan suhu tubuhnya. Setelah beberapa jam dan dipastikan ia dalam kondisi aman dan tidak ada masalah, barulah bayi dipindahkan ke boks yang disiapkan untuk bayi sehat.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan orangtua adalah masa depan anak. Ketika anak sudah dewasa dan akan menghadapi tes IELTS maka persiapkan ia melalui kursus IELTS terbaik di Jakarta.