Ingin Anak Kembar? Begini Caranya!

Sekalipun tak memiliki garis keturunan keluarga kembar, kehamilan ganda bisa diusahakan. Kehamilan kembar sering terjadi pada perempuan usia 30-an atau 40-an yang secara hormonal tidak stabil, sehingga kadang proses ovulasi menyebabkan lebih dari satu sel telur dilepaskan dari indungnya di saat bersamaan.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Yossi dan suami telah menikah setahun, tetapi kehamilan yang dinanti belum juga hadir. Tentu Yossi sa ngat sedih, apalagi dirinya dan suami sama-sama merupakan anak sulung, sehingga kedua orangtua mereka pun sangat merindukan hadirnya seorang cucu. Akhirnya, Yossi dan suami sepakat untuk menjalani program hamil. “Hasil pemeriksaan dokter, rahim saya tak ada masalah. Saya diberi obat untuk periode tiga bulan. Di bulan pertama, saya haid. Sempat kecewa karena belum berhasil, tapi suami selalu me nguatkan saya. Di bulan kedua, haid juga. Mesti ekstrasabar.

Di bulan ketiga, ternyata telat haid satu hari. Saya penasaran dan perasaan tak karuan. Tanpa sepengetahuan suami, saya diam-diam minta Ibu untuk membelikan testpack. Hasilnya, muncul dua garis. Kaget dan enggak percaya, saya langsung kasih tahu suami,” papar Yossi. Sorenya, Yossi dan suami langsung ke dokter. Karena Yossi baru telat haid satu hari, dokter pun menyarankannya untuk datang dua minggu lagi dan memberikannya obat plus vitamin. “Dua minggu kemudian, dengan semangat 45, kami datang lagi ke dokter. Tampak di USG ada dua bulatan.

Kami kaget begitu dibilang janin kembar sudah berusia 7 minggu! Alhamdulillah, dapat satu saja senang minta ampun, apalagi dua,” cerita Mama dari si kembar, Hawwa Salsabilla Miracle dan Hayaa Salsabilla Miracle (2,5) ini. Lain lagi dengan kisah Magdalena yang menikah awal 2011 dan tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan momongan meski bukan kembar. Setelah si sulung (anak lelaki) berusia 1,5 tahun, ia dan suami menjalani program kehami lan anak kedua, karena ingin memperoleh anak perempuan. Usai pertemuan pertama dengan dokter, dirinya langsung hamil. Namun, kehamilan kembarnya baru diketahui saat dilakukan pemeriksaan dengan USG pada kontrol ketiga.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Makna Di Balik Berat Dan Panjang (Tinggi) Si Kecil Bag2

Penting diketahui, saat seorang anak mengalami kekurangan gizi, maka BBnya bisa saja tidak naik atau mengalami kenaik an, tetapi hanya sedikit (tidak sesuai dengan garis kurva pertumbuhan), atau malah menjadi turun. Tapi untuk TB dan LK tetap bertambah. Kecuali jika kekurangan gizi berkelanjutan atau sudah terjadi lama, baru bisa terlihat TB/PB melambat, kemudian disusul dengan melambatnya pertumbuhan LK.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Sedangkan untuk BB anak yang berlebih, jika dibiarkan bisa membuat anak menjadi obesitas. Padahal, obesitas membahayakan, anak berisiko mengalami gangguan metabolik, seperti; hipertensi dan diabetes mellitus. Selain itu juga, anak bisa saja mengalami penekanan pada lutut, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan menyebabkan kesulitan bergerak, yang pada akhirnya mengurangi aktivitas fisik. ‘

PB/TB MENJADI PARAMETER KEADAAN STATUS GIZI. PB adalah pengkuran untuk bayi (<2 tahun dengan PB kurang dari 50 cm), pengukurannya menggunakan length board atau meteran kain saat anak berbaring. Sedangkan pengukuran TB dilakukan untuk anak yang bisa berdiri, menggunakan alat pengukur tinggi (microtoise) yang mempunyai ketelitian 0,1 cm, atau bisa dengan meteran kain yang ditempelkan di dinding datar. Pengukuran PB/TB ini penting, karena menjadi parameter yang dapat melihat keadaan status gizi sekarang dan keadaan yang telah lalu. Walaupun memang PB/TB relatif kurang sensitif pada masalah kekurangan gizi pada waktu singkat. ‘

PENGUKURAN LK PENTING SELALU DILAKUKAN BERSAMAAN DENGAN MENG UKUR BB DAN PB/TB. Peningkatan pertumbuhan LK pada anak (bayi dan balita) merupakan tanda dari bertumbuhnya sel-sel otak. Dengan bahasa lain, bila kekurangan gizi berlangsung terus, pada akhirnya mengurangi pertumbuhan sel otak dan memengaruhi perkembangan seorang anak. Bahkan, ada pendapat, saat terjadi gangguan BB (kurang), sebetulnya saat itu pun sudah terjadi gangguan pada pertumbuhan otak.

Oleh karena itu, pengukuran LK membantu orangtua dan tenaga kesehatan dalam memantau pertumbuh an dan perkembangan anak. Saat seorang anak mengalami peningkatan LK yang terlalu cepat, maka dapat dideteksi apakah anak tersebut mengalami gangguan kesehatan atau tidak, dengan melihat perkembangan anak menurut usianya (motorik kasar, motorik halus, sosial, bahasa, kognitif).

Sumber : https://pascal-edu.com/

Main Dimana di Musim Hujan Bag4

Lalu tambahkan aksesori hasil karya sendiri, seperti mahkota dari kertas atau dari rangkaian daun. Kita dapat juga membuat “kerajaan” yang terbuat dari bantal atau guling yang ditumpuk, ataupun membuat tenda dari selimut anak. ¦ Susun Balok Permainan ini me merlukan ba lok-ba lok kayu ber aneka bentuk dan warna. Selain dapat merangsang mo torik ha lus anak, permainan ini melatih konsentrasi sekaligus melatih anak untuk memecahkan masa lah. Hari ini mau buat apa, ya?

“ lowongan kerja perawat di Jerman melalui program FSJ Jerman gratis

Rumah atau istana? Ajak buah hati berkreasi dengan aneka balok tersebut. Mama Papa dapat sekaligus mengajari anak tentang warna. Selain membentuk bangunan dari balok, si kecil juga dapat diajak menyusun balok dari yang ukurannya besar hingga yang ke kecil. Dengan cara ini kita membantu buah hati belajar konsep ukuran. Hanya saja, dalam permainan ini ada kemungkinan anak cepat bosan ketika tidak mendapat ide lagi membentuk bangunan. Apalagi jika balok-balok yang tersedia tidak cukup banyak.

Siasati dengan menggunakan benda lain. Ketika membangun kastil, misal, gunakan kardus bekas susu sebagai temboknya agar balok-balok yang ada dapat digunakan untuk membentuk bagian kastil lainnya. Gunakan kertas cokelat, untuk melapisi kardus bekas susu tersebut agar sesuai dengan warna kastilnya. ¦ Rumah-rumahan Punya kardus bekas televisi atau kulkas yang cukup besar? Gunakan sebagai media permainan untuk buah hati. Buat rancangan untuk tempat jendela dan pintu, lalu potonglah sesuai pola. Tentu, urusan memotong harus ditangani oleh orang dewasa.

Anak dapat di libatkan untuk menggambar pola pintu dan jendela. Tidak punya kardus bekas? Jangan khawatir. Bentangkan kain atau selimut di atas dua buah kursi yang diletakkan berjauhan. Jepit kain yang menjuntai di kursi agar tidak bergerak. Voila! Jadilah tenda untuk tempat piknik bersama buah hati. Tempatkan di dekat jendela agar anak masih dapat menikmati suasana hujan di luar. Pindahkan acara makan siang anak, atau tidur siangnya, ke tenda buatan tersebut.

artikel sebelumnya : https://thedarkpsyde.com/2021/08/03/main-dimana-di-musim-hujan-bag3/

Main Dimana di Musim Hujan Bag3

Semakin banyak dan beragam warnanya, biasanya ia akan semakin senang. Cara ini juga dapat membantunya membedakan warna. Jika sudah biasa membuat cap tangan di kertas besar, ajak batita membuat cap tangan di kertas kecil dan pajanglah hasilnya. Ia akan bangga! Untuk kegiatan merobek dan menempel, kertas warna maupun polos dapat menjadi media bermain. Ajak anak merobek kertas menjadi bentuk tertentu yang telah digambar terlebih dahulu oleh Mama Papa.

“ pengertian apa itu ausbildung Jerman dan apa saja syaratnya “

Berikan pujian ketika hasil sobekan si kecil semakin sesuai dengan gambar aslinya. Selanjutnya, ajak batita menempelkan hasil sobekannya, baik di karton besar warna-warni maupun media tertentu seperti papan dari gabus. ¦ Membaca dan Bercerita Ajak anak membaca buku sambil meme ragakan ceritanya. Pilih peran yang akan dimainkan. Contoh, Mama men jadi beruang dan si kecil menjadi anak beruang.

Atau, guna kan boneka jari dan alat peraga lain untuk membuat ceritanya semakin seru. Kita dapat membuat boneka jari sendiri dari kain flanel dan membentuk beberapa bentuk binatang ataupun membeli boneka jari yang banyak dijual di pasaran. Cara lain, bantulah batita menggunting atau merobek gambar dari majalah atau koran, beri penyangga dari sapu lidi, dan bermainlah wayang-wayangan bersama si kecil.

Gunakan buku cerita untuk membantu memunculkan ide cerita, misalkan buku dengan tema kebun binatang. Sudah kehabisan buku cerita? Mengaranglah kisah seputar kehidupan sehari-hari si kecil dan keluarga. Buatlah cerita bagaimana kakek dan nenek yang tinggal di luar kota datang dengan kereta api dan Mama-Papa beserta si kecil menjemput di stasiun. Apa saja yang ada di stasiun?

Naik apa ke sana? Seperti apa bunyi lokomotif kereta api? Ide lain, lakukan permainan peran. Bermain peran adalah berpura-pura memerankan seorang tokoh, baik nyata maupun khayalan. Kita dapat mengajak batita untuk memerankan tokoh yang disukainya, seorang putri raja atau pangeran, umpamanya. Minta anak memilih pakaian atau kostum dari pakaian yang ia miliki di lemari.

Main Dorong-Dorongan

Bagi anak usia dini, bermain adalah suatu proses belajar untuk merangsang kecerdasannya: melatih otot-otot, mengasah indra, mengeksplorasi dunia sekitar, menguasai bahasa, bernalar, bersosialisasi, dan mengenal diri sendiri. Permainan ringan tapi seru ini akan membuat si kecil merasa dekat dengan orangtuanya. Kedekatan ini sangat pen ting untuk perkembangan emosi ke arah stabil. CARA BERMAIN: 1. Posisikan diri Mama/Papa dan si kecil saling berhadap-hadapan, atau bisa juga Mama/Papa berdiri membelakangi anak. 2. Kemudian ucapkan, “Ayo, dorong Mama/Papa!”, “Ayo, dorong lebih keras!” 3.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Setelah itu berpura-puralah Mama/ Papa terdorong, seolah-olah dorong an anak begitu kuat sehingga Mama/Papa tak bisa menahannya. 4. Setelah beberapa langkah terdorong, berpura-puralah terjatuh; bisa jatuh ke lantai atau bersandar di dinding. Sambil berkata, “Aduh, Mama/Papa terjatuh. Dorongan Adek kuat sekali.”

Kecerdasan Yang Dikembangkan

Kecerdasan Interpersonal

Anak butuh jalinan kedekatan dengan orangtuanya. Bila kedekatan bisa dijalin dengan baik, tentu pertumbuhan ke cerdasan emosinya akan lebih kondusif. Anak melihat kalau orangtuanya begitu peduli dengan dirinya, orangtuanya punya waktu untuk bermain dengannya. Hal inilah yang membuat anak merasa disayangi, aman, dan nyaman berada di tengah tengah orangtuanya. Emosi anak akan lebih stabil sehingga dia tidak mudah rewel bila ditinggalkan orangtua.

Kecerdasan Kinestetik-Jasmani

Dalam permainan ini dibutuhkan kemam puan berjalan, menggerakkan tangan, dan tenaga untuk mendorong. Bila permainan ini sering dilakukan tentu akan membantu anak meningkatkan keterampilan motoriknya.

Kecerdasan Bahasa

Lewat ucapan-ucapan sederhana yang orangtua lontarkan, anak belajar beberapa kosakata. Ini sangat baik untuk perkembangan kemampuan berbahasa nya. Mungkin saja anak akan meniru kata-kata yang orangtua ucapkan sehingga secara tak langsung orangtua melatih kemampuan berbahasanya.

Kecerdasan Intrapersonal

Jika kita memperlihatkan mimik senang dalam permainan ini, anak akan belajar memahami emosi emosi, yang bisa diterapkan olehnya pada situasi yang tepat.

Kecerdasan Moral

Jika anak melihat Mama/Papa jatuh dan pura-pura sakit dengan memperlihatkan mimik sakit, maka anak akan belajar bahwa suatu perbuatan bisa menimbul kan akibat-akibat pada orang lain. Anak belajar bahwa mendorong bisa saja membuat orang lain sakit.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Tips Merawat Gigi

Agar Mama dapat terhindar dari masalah kesehatan gigi dan mulut, inilah beberapa hal yang penting dilakukan, baik sebelum maupun selama kehamilan! } Kunjungi dokter gigi sebelum hamil untuk melakukan pembersihan serta perawatan gigi dan mulut.

“ program ausbildung di jerman bagi kamu yang ingin bekerja di Perusahaan Jerman “ ~sat-jakarta~

} Tetap lakukan kunjungan ke dokter gigi saat hamil dengan memberi tahu dokter mengenai kehamilan Mama. Perawatan dental invasif, seperti cabut atau operasi gigi harus dihindari selama kehamilan, kecuali jika darurat. Tujuannya agar mamil tidak terekspos bahan dan prosedur yang dapat memengaruhi janin. Pemeriksaan gigi tetap aman dilakukan pada trimester kedua. Jika ada perawatan besar, seperti pencabutan gigi, baiknya ditunda hingga setelah melahirkan.

} Berikan perhatian khusus jika ada perubahan pada gusi selama kehamilan. Jika terasa nyeri, gusi berdarah atau gusi membengkak, segera beri tahu dokter gigi untuk dilakukan pengecekan. } Sikat gigi minimal dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Sikat gigi Mama dengan bulu sikat yang lembut, kepala sikat kecil, dan tanpa penekanan (pelan). Sikat menyeluruh gigi dan gusi selama kurang lebih dua menit. Sehabis muntah atau mengonsumsi makanan asam dan manis, tunggu paling tidak satu jam sebelum mulai menyikat gigi.

} Jika merasa mual dengan pasta gigi yang biasa digunakan, ganti dengan pasta gigi yang hambar (tidak ada perasa). Usai muntah, kumur-kumur dengan air putih. } Jika gusi mamil berdarah setelah menggosok gigi, gunakan larutan air garam hangat untuk berkumur, lalu pijat-pijat gusi yang berdarah tadi untuk meredakan nyeri dan menghentikan perdarahan. } Perhatikan makanan yang dikonsumsi, hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Semakin sering ngemil makanan manis, semakin besar risiko terjadinya lubang pada gigi. } Setiap hari konsumsilah makanan bergizi seimbang. Gigi bayi terbentuk pada trimester pertama kehamilan. Diet sehat dengan sumber mineral kalsium dan fosfat penting bagi pertumbuhan gigi, gusi, dan tulang janin.

Terapkan di Keseharian

Ada beberapa cara terapi warna yang bisa Mama praktikkan di rumah, seperti berikut ini: ? Setiap warna yang terkandung di dalam makanan bisa menjadi petunjuk untuk mengatasi penyakit, seperti: melancarkan pencernaan, antioksidan, penambah darah, dan lainnya. Nah, mamil bisa mempraktikkan terapi warna dengan mengonsumsi makanan sesuai warna yang sedang Mama butuhkan. Misalnya, warna hijau yang terdapat pada brokoli, bayam, dan buncis, tak hanya memiliki nutrisi tinggi, tapi juga dapat menenangkan saraf yang lelah.

“ rekomendasi tempat terbaik kursus bahasa Jerman di Jakarta yang bisa kamu coba “ ~sat-jakarta~

? Tata kembali ruang-ruang di rumah dengan nuansa warna tertentu. Mama bisa memulai dengan mengganti seprai, gorden, atau sarung bantal dengan warna biru yang dapat membantu mengontrol emosi. Bisa juga memajang vas berwarna biru di tengah ruangan atau di dalam kamar untuk melepaskan ketegangan. ? Mengunjungi suatu tempat yang didominasi warna tertentu yang sedang dibutuhkan. Contoh, saat kurang nafsu makan, kunjungi restoran yang didominasi warna oranye, nafsu makan Mama pasti timbul. Berlibur ke pegunungan atau pantai yang didominasi warna biru atau hijau akan membuat Mama lebih ceria dan tenang. Coba deh, Ma!

terapi warna

? Buka lemari pakaian, lalu biarkan batin Mama memandu dalam memilih pakaian. Batin Mama pasti akan menunjukkan warna pakaian yang sesuai dengan kebutuhan Mama saat itu. Kalau sedang kurang bersemangat, bisa jadi Mama akan memilih pakaian berwarna merah yang dapat menambah amunisi energi.

? Saat merasa sedih, tarik napas dalamdalam, bayangkan Mama dikelilingi warna ungu dan Mama akan serasa seperti sedang menghirup warna tersebut yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Lalu, embuskan napas teratur dan perlahan. Ulangi lagi hingga Mama merasakan ketenangannya. Teknik ini baiknya dilakukan sesaat setelah bangun tidur pagi dan sebelum tidur malam. ? Sedang merasa bosan atau kesepian? Cobalah melakukan kegiatan mewarnai, lalu pilih warna nila atau keenam warna pelangi lainnya. Hmm, tak hanya dapat menghibur dan memperbaiki mood, tapi juga bisa meningkatkan kreativitas Mama.

Mengidentifikasi Suara Pada Janin

Berdasarkan penelitian ditemukan, telinga adalah indra yang terbentuk pa ling awal, yaitu di sekitar usia kehamilan 20 minggu. Nah, di trimester 3, organ telinga telah terbentuk sempurna dan mulai berfungsi sebagaimana organ lainnya, seperti mata yang dapat melihat dan merespons datangnya cahaya. Janin dapat mendengar dan membedakan berbagai jenis suara yang berasal dari dalam tubuh Mama maupun dari luar rahim.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Meski suara-suara tersebut muncul setiap saat, terutama di siang hari, namun pada kenyataannya tidak mengganggu kenyamanan janin sama sekali. Justru, janin menjadi terbiasa dengan bunyi-bunyian yang berulang setiap hari, seperti yang berasal dari dalam tubuh Mama (denyut jantung, napas, dan aktivitas pencernaan). Sedangkan suara dari luar rahim, misalnya, saat Mama mengobrol, derap langkah, atau televisi.

Menurut sebuah riset, suara yang berasal dari dalam tubuh Mama, kerasnya sekitar 30 desibel (seperti bisikan), sedangkan suara Mama saat sedang ber bicara sekitar 60 desibel. Studi yang dilakukan para peneliti di Amerika dan Swedia menemukan, manusia mulai belajar berbahasa sejak masih di dalam kandungan. Dari studi tersebut Muga terungkap, pada 10 minggu terakhir usia kehamilan, janin secara aktif mendengarkan suara-suara mamanya. Setelah lahir, bayi pun mampu mengenali dan membedakan suara mamanya dengan suara lain.

Patricia Kuhl, salah satu peneliti dan direktur lembaga Institute for Learning and Brain Sciences di University of Washington, mengatakan, saat lahir, bayi juga sudah mampu membedakan jenis bahasa yang biasa diucapkan oleh mamanya dengan bahasa lain yang belum pernah ia dengar. Hal ini karena selama di kandungan, bayi tidak hanya mende ngarkan suara-suara, tetapi juga meng identifikasi dan mengingat berbagai jenis ucapan.

Laura Ann Petitto, direktur sains dari laboratorium otak dan bahasa di Gallaudet University menjelaskan, dalam berbahasa terdapat irama tertentu yang melekat pada saat kita mengucapkan suatu kata. Irama tersebut membantu kita mengidentifikasi makna suatu kata dan bahasa pada umumnya. Misal, terdapat ciri intonasi atau irama khusus pada saat kita mengucapkan kata “ibu”. Irama tersebut tentu berbeda dengan saat kita mengucapkan misalnya, kata ‘kesal”. Proses pengenalan kata atau bahasa ter sebut sudah dilakukan oleh bayi semenjak ia berada di dalam rahim.

Sumber : https://eduvita.org/

Kecil-Kecil Jago Panjat Tebing

Rizkha Agustina Fillah (30), mama dari Ayasha Kayla Yara (9 tahun, kelas 3 SDN 14 Pagi Jagakarsa Jakarta Selatan, pemegang medali emas nasional untuk panjat tebing). Usianya baru 9 tahun, namun putri kecilku, Ayasha Kayla Yara, sudah menjadi juara nasional dan pemegang medali emas nasional di bidang olahraga yang mungkin jarang dilirik apalagi ditekuni oleh anak seusianya, yaitu panjat dinding. Meski menekuni olahraga yang energik dan kesannya maskulin, Kayla itu feminin.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Buktinya, jika bermain sendiri atau dengan saudaranya, juga temannya, dia sukanya bermain masakmasakan, dandan, dan menikmati musik. Keseharian Kayla juga tidak berbeda dengan teman-temannya, seperti: ke sekolah, bermain dengan adik dan kakaknya, juga dengan Ocas, kucing kesayangannya. Tentu sebagai anak sekolah, Kayla selalu saya biasakan untuk belajar di rumah. biasanya sih dia lakukan setelah bangun tidur siang. Minat Kayla pada panjat dinding berawal dari kesukaannya memanjat apa saja, mulai pagar, pohon, mobil, hingga kanopi rumah.

Saya kagum sekaligus waswas melihat kesukaannya itu. Saya tidak ingin menghambat kesukaannya itu, tetapi saya ingin dia aman melakukannya. Maka, saya ajak Kayla ke GOR Ragunan pada hari Minggu. Di sana biasanya ada sekelompok orang yang selalu melakukan kegiatan panjat dinding. Baru pertama kali melihat aksi orang melakukan panjat dinding, Kayla langsung tertarik dan minta ikut mencoba. Untungnya orang-orang tersebut menyambut baik dan membolehkan Kayla mencoba. Eh, ternyata Kayla mampu memanjat sampai puncak. Dari situlah, Kayla ketagihan dan selalu minta diantar ke GOR Ragunan untuk panjat dinding. Setelah melihat dan memahami olahraga ini, akhirnya saya dan suami jadi tahu bahwa olahraga ini sangat aman, sekalipun dilakukan oleh anak.

Tersangkut Pipi Papa

“Paul aktif saat tidur karena selalu berputar-putar seperti jarum jam. Pernah saya terbangun di malam hari karena susah bernapas, lalu teriak manggil suami. Eh, tak tahunya hidung saya ketutup bokong Paul. Nah, semingu lalu saya terbangun dari tidur karena mendengar suara beberapa botol jatuh dari rak dipan. Rupanya ketendang Paul. Saat itu posisi Paul hampir jatuh dari kasur. Untung satu kakinya masih tersangkut ke pipi papanya, sehingga walau kepalanya sudah keluar kasur, dia tidak terjatuh.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Tip Puasa Bebas Problem Tenggorokan

Spesialis THT di RS Meilia Cibubur, dr. Selfi yanti Bimantara, SpTHT-KL, memberikan tip berikut ini agar kita terbebas dari problem tenggorokan selama berpuasa. ? Istirahat cukup. ? Berhenti merokok atau kurangi kontak dengan perokok. Asap rokok akan mengiritasi dinding tenggorokan.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

? Hindari banyak minum es dan makanan yang digoreng serta berminyak saat sahur dan berbuka puasa. ? Jaga kelembapan tenggorokan dengan minum minimal enam gelas air putih atau lebih setiap hari. ? Kurangi kontak dengan binatang peliharaan ataupun bahan-bahan yang bisa membuat alergi.

? Hindari kontak langsung dengan orang yang terserang radang tenggo rokan atau flu. Bila terpaksa berbincang dengan penderita radang teng gorokan, tutup mulut menggunakan saputangan dan cucilah tangan sebelum makan atau minum agar terhindar dari bakteri dan virus yang menyebar. Jika radang tenggorokan ringan mulai menyerang: ? Berkumur dengan larutan antiseptik atau ramuan buatan sendiri, yaitu masukkan ¼ sendok teh garam ke dalam ½ cangkir air putih hangat.

? Campur madu dan lemon ke dalam segelas air panas. Biarkan dingin sebelum diminum. Madu bermanfaat meringankan sakit tenggorokan, sedangkan lemon membantu mengurangi lendir. ? Isap permen, tak harus permen pelega tenggorokan. Permen biasa juga bermanfaat karena mendorong produksi air ludah. Air liur ini yang akan membasuh dan membersihkan tenggorokan.

? Lakukan terapi aroma. Dahulu, minyak esensial digunakan untuk mem bunuh bibit penyakit. Teteskan minyak esensial ke dalam tung ku aromaterapi untuk member sihkan ruangan dari bibit pe nyakit. Tidur kita pun bisa lebih nyenyak. ? Jangan bagi-bagi penyakit. Jika merasa tak sehat, minta izinlah untuk tidak masuk kantor agar tidak berbagi penyakit dengan rekan-rekan sekantor.

Khawatir Anak Terlambat Perkembangannya

Dokter rifan yang baik. Putri saya (11 bulan) belum bisa merangkak tapi mengesot perut dan dada. Lalu duduk juga be lum bisa sendiri. Harus dibantu duduk. Tapi punggungnya sudah tegap bila duduk. Dok, apakah tumbuh kembang anak saya nor mal? Sebagai informasi, tb/bb anak saya adalah 70cm/9,5 kg. Priani – jakarta Ibu Priyani yang baik, seusia si kecil saat ini (11 bulan), ia semestinya sudah dapat melakukan kegiatan seperti duduk sendi ri, merangkak, berdiri berpegang an serta berjalan merambat. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab misalnya faktor kurangnya kebiasaan untuk me latihnya, faktor infeksi/gejala pasca in feksi di sistem saraf pusat, dan sebagai nya. Bila ia belum mampu melakukannya sebaik nya si kecil dibawa konsultasi ke dokter anak dan bila memungkinkan ke dokter subspesialis saraf anak agar dapat dievaluasi lebih komprehensif.

Sumber : https://ausbildung.co.id/